Assalamu’alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh! J
Salah satu
tuntunan Islam yaitu bertegur sapa antara seorang beriman dengan Muslim
lainnya. Nabi Muhammad saw. mencontohkan bahwa bila seorang Muslim
berjumpa dengan Muslim lainnya, maka hendaklah ia mengucapkan sapaan khas Islam
yaitu As-Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh, artinya Salam
damai untukmu dan semoga Rahmat dan Keberkahan Allah menyertaimu. Subhanallah!
Begitu indahnya tegur-sapa yang diajarkan agama Allah kepada hamba-hambaNya
yang beriman.
عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لَا
تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا
أَوَلَا
أَدُلُّكُمْ
عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
Berkata Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bersabda Rasulullah shollallahu
’alaih wa sallam:
“Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman. Kalian tidak beriman secara sempurna
sehingga kalian saling mencinta. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara bila
kalian lakukan akan saling mencinta? Biasakanlah mengucapkan salam di antara
kalian (apabila berjumpa).” (HR Muslim)
Dengan kata
lain Nabi Muhammad saw.
ingin menjelaskan bahwa kumpulan Muslim yang tidak suka saling menebar salam
maka tidak akan saling mencinta. Bila atmosfer saling mencinta tidak ada, maka
keimanannya diragukan keberadaannya, dan jika keimanannya diragukan maka
kemungkinan masuk surgapun menjadi kecil.
Luar biasa
yaa, Islam memang agama benar yang memperhatikan segala aspek kehidupan. Rahmatan Lil’alamiin, rahmat untuk
semesta alam. Terkait dengan salam, muncul pertanyaan seperti ini: “Kita telah
mengetahui keutamaan mengucapkan salam dan akan menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Misalnya di lingkungan kampus. Ketika bertemu dengan siapapun,
baik yang dikenal maupun tidak dikenal harus menebar salam. Bagaimana apabila
lawan yang disalami itu kaku/tabu/merasa heran dengan tingkah kita? Looh itu orang kenapa yaa? Bagaimana kita
menanggapinya? Jadinya kan malu sendiri.”
Salah satu jawaban
yang didapat dari pertanyaan tersebut adalah: harus ada peraturan dari lembaga
terkait (dalam hal ini lembaga kampus) tentang waijbnya saling bertegur sapa/salam
dengan sesama warga kampus. Dengan itu tidak akan ada keheranan mahasiswa apabila
ada yang menebar salam setiap kali bertemu. Ada sangsi khusus apabila ada yang
tidak mengucapkan salam.
Sebenarnya ketaatan
pada Allah tidak memerlukan izin manusia. Taat yaa taat. Menebar salam yaa
tebarlah salam itu ke semua orang dengan senyum ikhlas. Tetapi, jawaban di atas
hanyalah salah satu langkah awal untuk membiasakan diri dan membudayakan salam
tersebut di lingkungan kampus. Memang budaya salam bisa diawali dari diri
sendiri, namun ketika itu sudah masuk ke dalam peraturan maka semuanya akan
menjadi lebih mudah dan semuanya akan merasakan atmosfer cinta di kamus
tercinta ini ^_^
Yuu atuh mari, kita budayakan salam di
kampus tercinta J
