Cerdas-Ikhlas-Istiqamah

Minggu, 31 Maret 2013

Adakah yang seperti ini, 'di sini'?


“DILARANG BERDUA-DUAAN
DENGAN PASANGAN BUKAN MAHRAM
DI KAWASAN INI”
Begitulah bunyi sebuah papan peringatan pada gambar yang saya temukan di internet. Papan itu saya yakin sengaja dipasang di sebuah tempat, bisa lembaga sekolah, kantor, ataupun tempat umum lainnya. Subhanallah.

Berdua-duaan dengan pasangan yang bukan mahram tidak hanya bermakna pacaran, tetapi juga bisa saja dua orang lawan jenis yang berteman (???) mungkin hanya untuk sekedar mengobrol atau curhat. (loohh, emang ga ada teman lain yang sejenis yaa)

Fenomena pacaran memang selalu menjadi topik hangat dan manis untuk selalu dibicarakan di kalangan anak muda. Baik itu mahasiswa, anak putih abu, putih biru, bahkan sekarang putih merah. Astaghfirullah T_T

Mengapa bisa terjadi seperti ini? Jawabannya pasti beragam. Media informasi tentu menjadi penyumbang ‘kesesatan’ terbesar. Sebut saja televisi yang menyuguhkan banyak tontonan jauh dari tuntunan, internet yang sangat mudah untuk diakses, dsb. Pun orang tua yang kurang memperhatikan sejauh mana anaknya bergaul, sejauh mana anaknya memahami bagaimana seharusnya berperilaku yang sesuai dengan tuntunan agama. Jika saja orang tua mau meluangkan waktunya untuk benar-benar mendidik anaknya, pasti tidak akan terjadi seperti pada gambar di bawah ini. Naudzubillah.


Jika tidak punya pacar maka mereka seperti manusia termalang dan tergalau se-jagat raya (WOW, ‘sebegitunya kah’?). Diejek sama teman jomblo lah, ga laku-laku lah, ga gaul lah, de el el. Ada juga yang beralasan pacaran itu biar ga jenuh, jadi untuk ngisi waktu luang aja.
Duuhh, sayang sekali yaa! Hanya karena tidak mau diejek oleh teman jadi berani melakukan hal yang telah jelas dilarang oleh Allah. Firman Allah:

Ÿwur (#qç/tø)s? #’oTÌh“9$# ( ¼çm¯RÎ) tb%x. Zpt±Ås»sù uä!$y™ur Wx‹Î6y™ ÇÌËÈ  
Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Israa: 32)

Tapi mereka berdalih:
“kan pacarannya ga ngapa-ngapain, ga pegangan tangan, kita hanya smsan atau telepon-teleponan.”
Nah, untuk jawaban dari gugatan ini kita harus memperhatikan hadits Nabi Muhammad saw.:
“Kedua mata zinanya memandang, kedua telinga zinanya mendengar, lidah (lisan) zinanya berbicara, tangan zinanya memegang, kaki zinanya melangkah, sementara hati zinanya adalah berangan-angan, maka kemaluanlah yang membenarkan hal itu atau mendustakannya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Tidak diragukan lagi, bahwa pacaran adalah jalan bebas hambatan menuju zina. Memang tidak semua pacaran berakhir dengan zina, tetapi semua pacaran pasti berawal dari zina. Dan ini hal yang sangat memprihatinkan.

Kembali pada papan peringatan tadi. Seandainya semua lembaga ataupun pemerintah melakukan hal yang sama untuk memasang papan peringatan sejenis sebagai bentuk preventif di tempat-tempat strategis maka semua kemungkinan buruk tidak akan terjadi.

Selama saya sekolah di SD, SMP, SMA, dan bahkan sekarang kuliah di PT yang mempunyai visi menciptakan kampus religius tidak pernah menemukan papan peringatan seperti di atas.
Kalau memang ingin menciptakan suasana kampus yang religius, pasanglah papan-papan peringatan yang mengingatkan warga kampus untuk selalu berada di jalan Allah, dan menjauhi hal yang dibenci oleh Allah. Terbukti kan, dengan tidak adanya papan peringatan seperti dicontohkan di atas, kini di kampus merebak mahasiswa dan mahasiswi yang sering terlihat 'mojok'. Jalan dan duduk berduaan, di teras mesjid pula. Astaghfirullah, miris.
Ingin sekali saya bertanya, jika dari pihak lembaga tidak juga memperhatikan kondisi warga kampus yang sudah jauh dari kriteria religius, siapa yang seharusnya mengambil alih tugas ini? Apakah boleh memasang papan peringatan semacam itu tanpa seizin lembaga?

A.I.

Rabu, 27 Maret 2013

TCA VERSI PENGURUS TUTORIAL

      Pelaksanaan Temu Civitas Akademika (TCA) XIV kali ini diselenggarakan di UPI Kampus Daerah Purwakarta pada tanggal 21-24 Maret 2013. Dilihat dari namanya,esensi TCA memang bukan hanya perlombaan berbagai bidang saja, namun lebih bertujuan untuk mempertemukan semua civitas akademika se-UPI PGSD. Baik itu antar dosen, mahasiswa, UKM dan satu yang spesial di UPI ini adalah  Program Asistensi Mata Kuliah PAI yaitu Program Tutorial (PT). Seperti yang kita ketahui bahwa Program Tutorial yang merupakan Program Asistensi Mata Kuliah PAI sudah dipastikan ada di setiap Kampus UPI. Oleh karena itu, tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sangat jarang ini dan momen yang dirasa pas, maka dilaksanakanlah forum Silaturahim Pengurus Program Tutorial  antar Kampus se-UPI Jabar Banten. 




         Pagi itu, tepat pada tanggal  23 Maret 2013 teras masjid Al-Furqon menjadi saksi dari Silaturahim Pengurus PT. Memang belum semua pengurus PT dari tiap Kampus bisa  hadir, Insya Allah di kesempatan lain. Pengurus PT UPI Tasik masih mendominasi pada acara itu dengan ciri jaket birunya. 
     Dalam forum tersebut terjadi perbincangan dan diskusi hangat. Masing-masing pengurus PT di setiap kampus, menceritakan kondisinya.  Disitulah terjadi saling tukar pendapat,saran dan masukan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami. Karena  waktu pertemuan  itu dirasa kurang untuk membedah secara mendalam segala hal, baik itu program kerja, kegiatan yang dilaksanakan , dan permasalahan di masing-masing PT Kampus Daerah maka tercetuslah sebuah ide.   Ide tersebut yaitu untuk membentuk suatu forum komunikasi khusus PT Kampus Daerah. Mudah-mudahan terlaksana, Aamiin.

     Ternyata pertemuan di teras masjid Al-Furqon, berlanjut ke Situ Buleud (Rihlah khusus Akhwat). Dan meskipun pada waktu itu merupakan pertemuan  face to face pertama kami, namun terasa sudah dekat dan tidak ada rasa canggung diantara kami.   Kami tidak melewatkan momen berharga itu hanya berlalu begitu saja, sesekali kami bertanya jawab mengenai keadaan kampus, makan es dan mie kocok bareng, diselingi juga dengan foto-foto (mungkin ini paling banyak,hehe). 


      Yang menjadi harapan kami semua (baca : pengurus PT), mudah-mudahan forum Silaturahim nanti bisa dihadiri oleh semua pengurus PT( Kampus Bumi Siliwangi, Cibiru, Purwakarta, Serang, Sumedang, dan Tasikmalaya).Aamiin

Kamis, 07 Maret 2013

BINDER SUSULAN 2013


BINDER susulan 2013 adalah kegiatan bina kader dari Program Tutorial UPI Kampus Tasikmalaya, yang dilaksanakan pada tanggal 7-8 Maret 2013 di Kampus tercinta. Dinamai BINDER susulan karena merupakan kegiatan bina kader susulan. Diadakan bagi mahasiswa yang tidak mengikuti BINDER ‘perdana’ pada tanggal 21-23 Desember 2012 di Cirando, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya.
Panitia kegiatan ini diserahkan kepada peserta BINDER ‘perdana’ untuk latihan atau magang pada sebuah kepengurusan, agar pada saat diamanahi suatu bidang di kepengurusan Program Tutorial mereka telah siap dan mengerti dalam menjalankan amanahnya itu dengan penuh tanggung jawab.
Acara BINDER susulan 2013 ini dimulai pada pukul 16:00 WIB dan dibuka langsung oleh Direktur yang diwakili oleh Ketua Prodi S1 PGSD, Bapak Drs. Rustono, W.S., M.Pd.. Peserta yang mengikuti acara BINDER susulan ini didominasi oleh mahasiswa tingkat 1, yakni ikhwan 10 orang dan akhwat 7 orang.
Di BINDER susulan ini peserta, panitia, bahkan pengurus sekali pun akan mendapatkan banyak manfaat. Baik dari segi ruhiyah, jasadiyah dan fikriyah. Ruhiyah yang diberi makanan berupa amalan-amalan wajib dan sunnah (shalat berjama’ah, tilawah bersama, berdzikir bersama, mendengarkan kultum, dll). Jasadiyah yang diberi vitamin berupa riyadhah, outbond, dll. Dan fikriyah yang diberi nutrisi berupa suguhan materi/kajian materi yang luar biasa dengan pemateri-pemateri yang luar biasa pula.
Jika melihat jumlah mahasiswa di UPI Kampus Tasikmalaya yang begitu banyak, maka sangat ironi ketika yang berminat mengikuti BINDER ini hanya 17 orang. Apakah memang ketidaktertarikan mereka terhadap dakwah agamanya sendiri? ataukah memang mereka acuh tak acuh dengan organisasi dakwah satu-satunya di kampus tercinta ini? Ah, biarlah saja mereka yang tahu apa alasannya. Tidak sepatutnya kita berburuk sangka. Mungkin saja mereka memang sudah banyak diamanahi di berbagai UKM maupun BSO.
Harapan kami, kelak Program Tutorial UPI Kampus Tasikmalaya menjadi sebuah ‘magnet’ bagi seluruh mahasiswa, untuk bersama-sama di jalan dakwah yang penuh rintangan ini. Khususnya dakwah di tengah-tengah globalisasi, modernisasi, sekulerisasi, dan liberalisasi yang sedang marak sekarang ini. Aamiin.
TUTORIAL!!!
CERDAS!!! IKHLAS!!! ISTIQOMAH!!!
ALLAHUAKBAR!!!

Rabu, 06 Maret 2013


Melakukan Aktivitas selain Shalat dan Pengajian di Masjid,
Apa Boleh???

Kala perjalanan jauh seseorang biasanya menanyakan, apakah sekitar sini terdapat masjid? Ya, memang masjid yang terpancar akan kesejukan dan kedamaiannya merupakan pilihan banyak orang untuk beristirahan sejenak dalam perjalanan jauh. Terlepas dari fungsi utamanya sebagai tempat untuk beribadah umat muslim terkadang kita jumpai aktivitas lainnya. Sering kita jumpai di pinggiran mesjid banyak orang yang menjajakan makanan,  bekumpul untuk berbincang, dll
Pertanyaannya saat ini akah itu diperbolehkan mengingat bahwa masid merupakan tempat yang sakral untuk menyucikan diri. Sebagaimana Rasulullah SAW. Bersabda yang artinya: “Telah dijadikan untukku bumi sebagai masjid dan sarana penyucian diri” (HR Bukhari dan Muslim). Lantas pengertian dari masjid  itu sendiri apa sih?
Kita lihat terlebih dahulu pengertian  masjid. M. Quraish Shihab (1996:459) menulis bahwa dalam pengertian sehari-hari, masjid merupakan bangunan tempat sholat kaum muslimin. Tetapi karena akar katanya mengandung makna tunduk dan patuh, hakekat masjid adalah tempat melakukan segala aktivitas yang mengandung kepatuhan kepada Allah semata. Sedangkan untuk fungsi masjid  bukan  hanya  sekadar tempat  sujud  dan  sarana penyucian. Di sini kata masjid juga tidak lagi hanya berarti bangunan tempat shalat,  atau  bahkan bertayamum  sebagai  cara  bersuci  pengganti wudu tetapi kata masjid  di  sini  berarti  juga  tempat  melaksanakan   segala aktivitas  manusia  yang  mencerminkan  kepatuhan kepada Allah Swt.
Al-Quran  menyebutkan  fungsi  masjid  antara  lain  di  dalam firman-Nya: “Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan petang, orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan, dan tidak pula  oleh jual-beli, atau aktivitas apa pun dan mengingat  Allah, dan (dari) mendirikan shalat, membayarkan zakat, mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang (QS An-Nur[24]: 36-37).
Tasbih bukan hanya berarti mengucapkan Subhanallah,  melainkan lebih  luas  lagi,  sesuai dengan makna yang dicakup oleh kata tersebut    beserta    konteksnya.    Sedangkan    arti    dan konteks-konteks tersebut dapat disimpulkan dengan kata taqwa.
FungsI Masjid Pada Zaman Rosululloh
Sejarah mencatat tidak kurang dari sepuluh  peranan  yang  telah  diemban  oleh
Masjid Nabawi, yaitu sebagai:

 1. Tempat ibadah (shalat, zikir).
 2. Tempat konsultasi dan komunikasi (masalah ekonomi-sosial budaya).
 3. Tempat pendidikan.
 4. Tempat santunan sosial.
 5. Tempat latihan militer dan persiapan alat-alatnya.
 6. Tempat pengobatan para korban perang.
 7. Tempat perdamaian dan pengadilan sengketa.
 8. Aula dan tempat menerima tamu.
 9. Tempat menawan tahanan, dan
10. Pusat penerangan atau pembelaan agama.
 Masjid memiliki fungsi tersendiri sesuai dengan kondisi suatu jaman. Saat ini fungsi masid lebih menekankan pada fungsinya segai pusat kajian ilmu dan pusat dakwah.

Seperti yang telah kita ketahui bersama dari uraian di atas bahwa ternyata masih banyak aktivitas yang dapat kita lakukan di masid, tentunya dengan memperhatikan rambu-rambu yang ada di dalah Al-Quran. Garis besarnya tidak diperkenankan melakukan kegiatan yang bersifat duniawi (jual-beli, mengumumkan benda yang hilang, terlebih membicarakan orang lain dll.) tetapi diperkenankan  mengkaji ilmu dan menjadikan masjid sebagai pusat kajian ilmu ilmu pengetahuan).
 
Semoga bermanfaat.
Rara

Gimana yaa Islam di Korea Selatan???


Assalamualaikum....
Annyeong..annyeong.. Naneun Ririn imnida, ciieee pake bahasa korea niyeee hehe keren dikiitt..chjaahh itu juga yang tahu cuma segitu-gutunya hihi.. Ok kembali ke laptop!!! Berita islam internasional kali ini kita akan ngintip-ngintip perkembangan Islam di negara gingseng nih alias Korea yang terkenal sama dramanya atau boy and girl bandnya, beuuuuhh yang lagi digandrungin sama anak-anak remaja zaman sekarang, mulai dari dramanya, lagunya, baju + gayanya saking pengen mirip sama tu orang Korea hihi... Jangan-jangan antum-antum juga yaaa he...
Hemmm kira-kira gimana yaa Islam di Korea Selatan negara yang mayoritas penduduknya beragama Budha, malahan tidak sedikit juga loh yang atheis alias gak bertuhan, karena Korea Selatan ini merupakan negara sekuler yaitu negara yang memisahkan urusan beragama dengan urusan pemerintahan, sehingga agama lebih bersifat pribadi, dan mereka pun rata-rata mengenal agama seelah mereka dewasa. Berbeda dengan kebanyakan orang di negara kita yang rata-rata mengenal dan menganut agama sejak kecil karena agama adalah kebanyakan warisan didikan dari orang tua, tetapi di Korea justru tidak. Pendidikan agama di Korea itu nomor yang kesekian, atau tidak dalam skala prioritas kalau dibandingkan dengan mata pelajaran pendidikan umum. Terdengar aneh, kan? Jadi jangan heran kalau orang Korea kebanyakan belum beragama atau baru menganut agama setelah mereka dewasa. Hemmm makin penasarankan, gimana perkembangan muslim di KorSel??? Ok let’s chek it out!!!
Data dari Korea Muslim Federation (KMF) yang didirikan sejak tahun 1967 menyebutkan, jumlah Muslim di Korea Selatan sekarang ini mencapai 120.000-130.000 orang dari 48.598.175 jiwa penduduk Korea Selatan, terdiri dari Muslim Korea asli dan para warga negara asing. Jumlah orang Korea asli yang Muslim sekitar 45.000 orang, selebihnya didominasi pekerja migran asal Pakistan dan Bangladesh. Sementara orang-orang asli Korea yang Muslim, kebanyakan adalah keturunan dari para mualaf yang masuk Islam saat berlangsung Perang Korea.
Menilik sejarahnya, Perang Korea (Juni 1950-Juli 1953) membawa berkah tersendiri bagi kebangkitan Islam di Negeri Ginseng. Sejatinya, Islam telah ada di Semenanjung Korea jauh sebelum Perang Korea pecah. Sejarah mencatat, Islam masuk ke Korea Selatan pada abad ke-7 lewat kafilah dagang yang menuju Cina lalu menjalin hubungan dengan Kerajaan Shilla, salah satu dari tiga negara besar di Korea pada masa lalu. Hubungan itu terus terjalin dan sebagian pedagang Muslim itu tertarik untuk menetap di sana. Maka, tak heran jika pada periode Koryo (918-1392) terdapat komunitas Muslim di Korea Selatan dalam jumlah cukup besar di Kaesong, ibukota negara masa itu. Komunitas Muslim juga terdapat di Itaewon, Seoul, yang terus berkembang menjadi kota besar hingga sekarang.
Sampai sekarang tercatat ada sekitar 21 masjid/islamic center yang tersebar di beberapa pusat kota di Korea seperti Gwangju, Busan dan Daegu, yang seluruhnya dibawah koordinasi oleh KMF. Masjid di sini juga bukan sekedar tempat salat tapi juga tempat berkumpul komunitas Muslim, terutama usai salat Jumat. Mereka saling bercerita dan mendengarkan satu sama lain.
Masjid pertama yang dibangun di Korea adalah Seoul Central Masjid and Islamic Center yang berada di kota Itaewon. Masjid ini selesai dibangun dan dibuka untuk publik pada tahun 1974. Tidak hanya sebagai tempat sholat, di kompleks masjid juga dilengkapi dengan kantor, ruang kelas, sekolah, dan aula untuk konferensi. Hal ini dimaksudkan agar masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat sholat saja, namun juga sebagai pusat dakwah dan pendidikan.
Masjid Itaewon di Seoul 


  
Suasana setelah solat jumat di Masjid Itaewon Seoul  
 

Warga muslim korea 
 
Muslim di kota Busan pun sudah membuka sekolah Islam sendiri loohhh... Meski sekolahnya kecil, cukup untuk mengakomodasi anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang Islami. Sekolah Islam pertama di Korea Selatan itu dibiayai lewat dana hibah dari pemerintah Arab Saudi. Tahun 2008 lalu, Duta Besar Saudi di Seoul sudah menyerahkan dana sebesar 500.000 dollar pada KMF untuk biaya pembangunan sekolah.
Sebagai penghargaan atas bantuan Saudi, sekolah tersebut rencananya akan menggunakan nama putera mahkota Saudi Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz. Sekolah ini juga akan menerima siswa non-Muslim. Selain memberikan mata pelajaran berdasarkan kurikulum pendidikan di Korea, sekolah yang dibiayai Saudi ini juga akan memberikan pelajaran tambahan berupa bahasa Arab, bahasa Inggris dan studi Islam. Selain sekolah Islam, sejak tahun 2008 lalu, juga dibangun pusat kebudayaan Islam di kota Seoul. Dengan adanya sekolah dan pusat kebudayaan Islam ini, diharapkan bisa memperluas syiar Islam di Korea Selatan sekaligus meluruskan informasi-informasi biasa tentang Islam dan Muslim yang diterima oleh masyarakat negeri itu.
Naahh terus gimana yaa caranya warga muslim di Korea Selatan mendapatkan makanan yang halal??? Ternyata untuk mendapatkan makanan halal di negeri ini tidak sulit. Hampir di setiap kompleks masjid, terdapat toko muslim yang menyediakan berbagai macam makanan halal dari berbagai negara. Di samping itu, terdapat toko khusus yang menjual daging halal yang disembelih secara islami.
Terkait makanan kemasan produksi Korea, perlu kehati-hatian dalam memilih, karena sebagian besar makanan kemasan mengandung babi atau turunannya. KMF sudah mengeluarkan list makanan-makanan kemasan yang sudah dicek kehalalannya. Terdapat list makanan yang bisa dikonsumsi secara aman dan makanan yang mengandung yang haram. Adapun di luar list tersebut, pembeli harus mengecek sendiri kandungan penyusun makanan tersebut.
Masyarakat korea sangat gemar untuk makan daging. Sehingga sebagian besar restoran memiliki menu utama daging, baik babi, sapi, maupun ayam. Mengingat penyembelihan sapi dan ayam tidak mengikuti syariat Islam, kaum muslimin cenderung memilih menu sayuran dan ikan tatkala mengikuti jamuan makan bersama di restoran korea. Adapun di sekitar kompleks masjid/islamic center, terdapat banyak sekali restoran yang menyajikan makanan halal dari berbagai negara.
Eh eh eeeehh..tahu gak sii???? Ternyata ada juga lho artis korea yang muslim. Eng ing eengg... Namanya Lee Ki Woo. Si pria kelahiran 23 oktober 1981 yang pernah membintangi beberapa drama korea seperti Star's Lover dan Kid Gang ini dikabarkan adalah seorang muslim. Ini dia aktor pria muslim tersebut
 
Okaaaayyy...chingudeul (*teman-teman), Berita Internasional Islam sekarang sampai disini dulu yaaa... Silahkan apabila ada kritikan atau saran tentang artikel ini, monggo langsung aja klik “comment”nya.. Gamsahamnida..
Wassalam..
(By Ririn Riani Kartika)