Cerdas-Ikhlas-Istiqamah

Selasa, 03 Desember 2013

BUDAYAKAN SALAM, YUK!!!



Assalamu’alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh! J
Salah satu tuntunan Islam yaitu bertegur sapa antara seorang beriman dengan Muslim lainnya. Nabi Muhammad saw. mencontohkan bahwa bila seorang Muslim berjumpa dengan Muslim lainnya, maka hendaklah ia mengucapkan sapaan khas Islam yaitu As-Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh, artinya Salam damai untukmu dan semoga Rahmat dan Keberkahan Allah menyertaimu. Subhanallah! Begitu indahnya tegur-sapa yang diajarkan agama Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا
 أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
Berkata Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman. Kalian tidak beriman secara sempurna sehingga kalian saling mencinta. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara bila kalian lakukan akan saling mencinta? Biasakanlah mengucapkan salam di antara kalian (apabila berjumpa).” (HR Muslim)

Dengan kata lain Nabi Muhammad saw. ingin menjelaskan bahwa kumpulan Muslim yang tidak suka saling menebar salam maka tidak akan saling mencinta. Bila atmosfer saling mencinta tidak ada, maka keimanannya diragukan keberadaannya, dan jika keimanannya diragukan maka kemungkinan masuk surgapun menjadi kecil.
Luar biasa yaa, Islam memang agama benar yang memperhatikan segala aspek kehidupan. Rahmatan Lil’alamiin, rahmat untuk semesta alam. Terkait dengan salam, muncul pertanyaan seperti ini: “Kita telah mengetahui keutamaan mengucapkan salam dan akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya di lingkungan kampus. Ketika bertemu dengan siapapun, baik yang dikenal maupun tidak dikenal harus menebar salam. Bagaimana apabila lawan yang disalami itu kaku/tabu/merasa heran dengan tingkah kita? Looh itu orang kenapa yaa? Bagaimana kita menanggapinya? Jadinya kan malu sendiri.”
Salah satu jawaban yang didapat dari pertanyaan tersebut adalah: harus ada peraturan dari lembaga terkait (dalam hal ini lembaga kampus) tentang waijbnya saling bertegur sapa/salam dengan sesama warga kampus. Dengan itu tidak akan ada keheranan mahasiswa apabila ada yang menebar salam setiap kali bertemu. Ada sangsi khusus apabila ada yang tidak mengucapkan salam.
Sebenarnya ketaatan pada Allah tidak memerlukan izin manusia. Taat yaa taat. Menebar salam yaa tebarlah salam itu ke semua orang dengan senyum ikhlas. Tetapi, jawaban di atas hanyalah salah satu langkah awal untuk membiasakan diri dan membudayakan salam tersebut di lingkungan kampus. Memang budaya salam bisa diawali dari diri sendiri, namun ketika itu sudah masuk ke dalam peraturan maka semuanya akan menjadi lebih mudah dan semuanya akan merasakan atmosfer cinta di kamus tercinta ini ^_^
Yuu atuh mari, kita budayakan salam di kampus tercinta J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar