Segalanya Bermula Di Hati
Ada satu hal dalam diri manusia yang jika satu hal ini rusak maka rusaklah seluruhnya yang ada di diri itu. Ingatlah! satu hal itu adalah HATI.
Segalanya bermula dihati, maka hati-hatilah dengan hatimu. Ungkapan yang terdengar sedikit nyeleneh tetapi itu benar adanya karena hati atau “Qalbu” kita ini pada hakikatnya suci dan sensitive terhadap hal-hal kecil yang dapat menodainya. Sekecil apaun nodanya kita harus cepat-cepat membersihkannya. Ingatlah! jangan dibiarkan menumpuk meskipun sebesar titik (.) jika di biarkan akan menjadi garis hitam dan setiap garis yang terkumpul lambat laun mampu menutupi seluruhnya. Kalau hati sudah menjadi hitam butuh tenaga ekstra untuk membersihkannya bahkan bisa-bisa menjadi keras dan pintu+mata hatinya bisa tertutup. Ih serem ya! naudzubillah.
Nabi SAW Bersabda: sesungguhnya ketika seorang mukmin berbuat dosa maka dalam hatinya timbul satu noda hitam. Ketika ia tobat, jera dan beristighfar, maka hatinya mengkilap kembali. Jika tambah dosanya maka tambah pula noda hitamnya sehingga megunci hatinya. Itulah yang dimaksud dengan penutupan yang disebutkan Allah dalam kitab-Nya : Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang mereka usahakan itu menutupi hati mereka. (H.R Tirmidzi)
Sahabat, maka dari itu kita mesti waspada nih kepada hal-hal yang bisa menodai hati. Pasti sahabat pembaca sudah tahu kan apa saja. Yuk kita dikte sama-sama. Yang pertama 3 huruf yang mengerogoti hati aialah IRI Sifat ini membuat kita selalu merasa tidak senang dengan kesenangan, kebahagiaan, keberuntungan, dan kesuksesan orang lain. Kita pun cenderung berusaha menyaingi orang itu denga
n berbagai cara. Bahkan, terkadang kita ingin merusak kesenangan itu. “Ko dia IP nya guede ya (segede-gedenya juga 4, he), jangan-jangan ada apa-apanya lagi sama dosen ****** ” Waah jangan sampai kita demikian ya, mending ngelist kekurangan kita apa lalu perbaiki deh. Tunggu dulu tapi kalau iri melihat orang yang selalu menebar kebaikan sih boleh-boleh saja. So’ Kalau orang lain bisa kenapa kita tidak^^
Next ke yang kedua Provokatif (dalam hal negatif) memengaruhi orang lain melakukan tindakan yang kurang baik. Nah yang ini contohnya “ udah jangan belajar, mending besok liat jawaban punya Rasti aja kan doi pinter tuh!!”. Yang satu ini bukannya siap-siap belajar untuk UAS malah nyari temen untuk join bersalah-salah ria. Yang lebih ekstrim malah ngeprovokasi dua pihak bahkan lebih atau hal ini tenar dengan sebutan adu domba (eits…bukan domba garut ya..) wah bisa-bisa terjadi pecah belah nih. Right! Kita hindari ya.
Lalu yang ketiga Berburuk sangka kalau sifat yang ini selalu mencurigai atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas
misal: .Nah yang mau UAS nih ada kerumunan yang lagi duduk di bawah pohon ridang sayup-sayup terdengar “Lah, paling dikasih nilai B” aduh neng atau a itu mah Alhamdulillah, redaksinya ganti deh “Mudah-mudahan dapat B atau A” dari perkataan yang sia-sia menjadi do’a.
Nah loh… jika merasa hasil yang didapatkan kurang maksimal bukan berarti sudah taqdir dari sananya. Siapa tahu dibalik ketidak berhasilan itu kita sedang dididik untuk lebih meningkatkan uasaha kita. dan setelah kita meningkatkan ikhtiar hasil yang diperoleh melebihi dari yang lain. Tuh kan, makanya No Suudzon yes khusnudzon ok!
Kenapa ya contohnya tentang UAS terus? Karena tinggal hitungan hari bahkan jam teman-teman mau UAS kan. Ada tips Agar UAS tidak menimbulkan noda di hati
Usaha dengan belajar yang tekun
usAha dengan berdoa
uSaha dengan Jujur
periapkan dengan matang, berikan yang terbaik untuk keluarga, agama, nusa dan bangsa.
Kembali ke bahasan, Nah itulah sifat-sifat yang dapat menodai hati, sebenarnya masih banyak lagi seperti ingkar janji, menebar fitnah bergunjing dll (Sahabat pembaca lebih tahu). Ibaratkan kita memiliki baju warnanya putih bersih, ketika kecipratan lumpur satu titik maka cepat-cepat kita akan membersihkannya. Cara kita membersihkannya pun tidak asal-asalan misalnya pakai detergen agar nodanya benar-benar hilang. Aplikasikan itu pada hati kita (sama-sama berusaha) jika ternoda segera beristighfar memohon ampun dan taubatan nasuha. “………dan Allah akan memberikan taubat-Nya kepada siapa yang Allah kehendaki.” (at-Taubah: 15)
jika noda di hati terlalu tebal maka timbulah malas untuk melaksanakan kewajiban kepada Allah SWT, terasa berat melangkahkan kaki ke majelis ta’lim dsb. Jangan biarkan noda itu menumpuk karena jika hati rusak maka rusaklah semua yang ada pada diri kita, Masih ingat lagu ini? Jagalah hati jangan Kau Nodai, jagalah hati lentera hidup ini….
Fastabiqul Khoirot,mohon maaf atas segala kesalahan,
Keep Cerdas, Ikhlas, Istiqomah
Allahu Akbar!
(RA2)
“Jika matamu sakit maka engkau segera mengobatinya sengan mengeluarkan sejumlah harta supaya engakau tetap bisa melihat keindahan-keindahan dunia. Padahal mata hatimu sakit selama bertahun-tahunt tapi engkau tidak mengobatinya dan tidak bersedihh kerenanya dan engkau tidak mencari dokter iman untuk mengobatinya ( Ibnu Athaillah)”
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar