Cerdas-Ikhlas-Istiqamah

Rabu, 06 November 2013

MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH, BOLEH GA YAA?


Tepat pada hari Selasa, 5 November 2013 (dua hari yang lalu) merupakan awal tahun baru bagi umat Islam. Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1435 H. Mari kita tela’ah makna dari tahun baru hijriyah!
Tahun baru Hijriyah sering disebut dengan Kalender Hijriyah atau Kalender Islam, dalam bahasa Arabnya: at-taqwim al-hijriy, yaitu kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan masalah ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun di mana terjadi peristiwa Hijrahnya Nabi Muhammad saw. bersama sahabatnya dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622M.
Bagaimana seharusnya sikap seorang Muslim tentang Tahun Baru Hijriyah ini? Memeriahkannya dengan saling berucap selamat, bertukar kado, malas-malasan karena diliburkan, atau bersikap biasa-biasa saja?
Banyak dari kita melakukan suatu perbuatan tanpa mengetahui dasarnya, boleh atau tidak, disyari’atkan Islam atau tidak. Contoh dalam hal saling berucap selamat tahun baru Hijriyah. Ada pertanyaan “Apa hukum mengucapkan tahniah (ucapan selamat) tahun baru Hijriyah? Dan bagaimana sikap yang benar jika ada yang mengucapkannya kepada kita?”
Seorang ulama, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjawab: “Jika ada orang yang mengucapkan tahniah kepadamu maka balaslah, akan tetapi jangan kita yang memulai. Inilah sikap yang benar dalam masalah ini. Jika seseorang berkata kepada kita: ‘selamat tahun baru Hijriyah’. Maka katakan padanya (semisal ini): ‘semoga Allah memberikanmu keselamatan dengan kebaikan-kebaikan dari-Nya, dan semoga Allah menjadikan tahun ini tahun yang baik dan berkah’. Namun jangan memulai ucapan selamat tahun baru kepada orang lain. Karena saya tidak mengetahui adanya riwayat saling mengucapkan selamat tahun baru Hijriyah.”
Wallâhu a’lam bish shawâb
Intinya, kita sebagai Muslim harus memiliki sikap kehati-hatian dalam berperilaku. Kaji dan telaah lebih jauh apakah yang akan dilakukan disyari’atkan oleh Allah dan Rasulullah atau tidak.
Adapun sikap kita terhadap perayaan Tahun Baru Hijriyah ini, akan lebih baik jika digunakan dan dimanfaatkan untuk introspeksi diri (bermuhasabah). Allah masih memberi amanah untuk hidup kepada kita, tetapi siapa tahu besok atau lusa atau minggu depan atau bulan depan atau tahun depan, kita akan mati. Sekarang kita masih dapat menikmati tahun baru Hijriah, tetapi siapa tahu tahun depan kita sudah tidak ada?.
Berbahagialah bagi mereka yang memperoleh nikmat umur yang panjang dan mengisinya dengan amalan-amalan yang baik dan perbuatan-perbuatan yang bijak. Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR. Ahmad)
Dalam menyambut tahun baru Hijriah, sangat penting bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat dan dosa atau maksiat yang telah kita kerjakan. Penilaian ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan amal atau dosa kita, tapi agar tahun mendatang lebih baik dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh serta mengurangi perbuatan dosa dan amal salah.

Wallâhu a’lam bish shawâb


ai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar