Aktivitas
perkuliahan yang sedang kita tekuni sekarang terkadang bertepatan dengan waktu shalat. Pertanyaannya, apakah
diperbolehkan meninggalkan shalat berjama’ah dan menunda shalat karena alasan
ini dan baru mengerjakannya bersama jamaah yang kedua? Ataukah kami wajib
memenuhi panggilan adzan. Bagaimana jika kami tidak mendengar suaran adzan di perkuliahan?
Ini menjadi masalah yang sangat harus diperhatikan.
Jawaban dari semua pertanyaan ini adalah: “Jika memang tidak
memungkinkan untuk menunda pelaksanaan kuliah setelah melaksanakan shalat maka
tidak mengapa tetap berada di ruang kuliah kemudian melaksanakan shalat dengan berjama’ah
bersama teman-teman sekelas setelah pelajaran selesai.
Akan tetapi jika kuliah memungkinkan dihentikan sementara
waktu untuk mengerjakan shalat maka tidak ada alasan yang bisa dibenarkan untuk
meninggalkan shalat berjama’ah sehingga semua mereka wajib mengikuti shalat berjama’ah
di masjid” (Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dalam I’lam al Musafirin
karya Ibnu Utsaimin halaman 50)
Kesimpulannya, lembaga seharusnya dapat membagi waktu
perkuliahan dengan proporsional agar ketika bertepatan dengan datangnya waktu
shalat semua warga kampus berbondong-bondong ke Mesjid untuk melakukan shalat berjama’ah,
tidak hanya cuek dan terus melanjutkan aktivitasnya. Itu yang paling utama,
meskipun dari jawaban Syaikh di atas membolehkan meneruskan perkuliahan jika
memang tidak memungkinkan, tapi dengan syarat melakuakan shalat berjama’ah
dengan teman-teman sekelas setelah selesai perkuliahan.
Jarang sekali kita temukan hal yang seperti itu di kampus
ini. Ketika mu’adzin mengumandangkan adzan, mengajak seluruh warga kampus untuk
shalat tapi sebagian di antara masih tetap duduk diam, duduk santai dengan
aktivitasnya masing-masing. Bahkan ada yang tertawa dengan kencangnya sambil
makan-makan di kantin. Astaghfirullah, ini kondisi yang harus kita perbaiki
bersama. Menjadikan diri kita sendiri sebagai alarm kebaikan, mengingatkan
teman/sahabat/dosen/ dan yang lainnya. Memang jika melihat dan berkaca atas
diri ini sangatah malu untuk melakukan itu, tapi kenapa tidak jika itu untuk
kebaikan. Mari bergerak dan menggerakkan!!! Selain mengintrospeksi diri sendiri
dan selalu berusaha untuk lebih baik kita juga diwajibkan untuk menggerakkan
orang lain, mengajak orang lain untuk terus berada di jalan-Nya J
Mari sempatkan untuk shalat berjama’ah di Mesjid meskipun
perkuliahan sedang berlangsung!!! ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar