Cerdas-Ikhlas-Istiqamah

Kamis, 28 Februari 2013

Tidak Shalat Berjama’ah karena Kuliah


Aktivitas perkuliahan yang sedang kita tekuni sekarang terkadang bertepatan dengan waktu shalat. Pertanyaannya, apakah diperbolehkan meninggalkan shalat berjama’ah dan menunda shalat karena alasan ini dan baru mengerjakannya bersama jamaah yang kedua? Ataukah kami wajib memenuhi panggilan adzan. Bagaimana jika kami tidak mendengar suaran adzan di perkuliahan? Ini menjadi masalah yang sangat harus diperhatikan.
Jawaban dari semua pertanyaan ini adalah: “Jika memang tidak memungkinkan untuk menunda pelaksanaan kuliah setelah melaksanakan shalat maka tidak mengapa tetap berada di ruang kuliah kemudian melaksanakan shalat dengan berjama’ah bersama teman-teman sekelas setelah pelajaran selesai.
Akan tetapi jika kuliah memungkinkan dihentikan sementara waktu untuk mengerjakan shalat maka tidak ada alasan yang bisa dibenarkan untuk meninggalkan shalat berjama’ah sehingga semua mereka wajib mengikuti shalat berjama’ah di masjid” (Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dalam I’lam al Musafirin karya Ibnu Utsaimin halaman 50)
Kesimpulannya, lembaga seharusnya dapat membagi waktu perkuliahan dengan proporsional agar ketika bertepatan dengan datangnya waktu shalat semua warga kampus berbondong-bondong ke Mesjid untuk melakukan shalat berjama’ah, tidak hanya cuek dan terus melanjutkan aktivitasnya. Itu yang paling utama, meskipun dari jawaban Syaikh di atas membolehkan meneruskan perkuliahan jika memang tidak memungkinkan, tapi dengan syarat melakuakan shalat berjama’ah dengan teman-teman sekelas setelah selesai perkuliahan.
Jarang sekali kita temukan hal yang seperti itu di kampus ini. Ketika mu’adzin mengumandangkan adzan, mengajak seluruh warga kampus untuk shalat tapi sebagian di antara masih tetap duduk diam, duduk santai dengan aktivitasnya masing-masing. Bahkan ada yang tertawa dengan kencangnya sambil makan-makan di kantin. Astaghfirullah, ini kondisi yang harus kita perbaiki bersama. Menjadikan diri kita sendiri sebagai alarm kebaikan, mengingatkan teman/sahabat/dosen/ dan yang lainnya. Memang jika melihat dan berkaca atas diri ini sangatah malu untuk melakukan itu, tapi kenapa tidak jika itu untuk kebaikan. Mari bergerak dan menggerakkan!!! Selain mengintrospeksi diri sendiri dan selalu berusaha untuk lebih baik kita juga diwajibkan untuk menggerakkan orang lain, mengajak orang lain untuk terus berada di jalan-Nya J
Mari sempatkan untuk shalat berjama’ah di Mesjid meskipun perkuliahan sedang berlangsung!!! ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar