Cerdas-Ikhlas-Istiqamah

Senin, 04 Maret 2013

KETIKA TUGAS NUMPUK dan REZEKI SULIT


Dear sahabat Tutorial, ini hanyalah cacatan renungan, mudah-mudahan bermanfaat. Dengan menyebut asma  Allah SWT Maha Terpuji lagi Tinggi. Solawat salam keselamatan semoga senantiasa tercurah pada Rasulluloh, keluarga serta sahabatnya.
Sahabat, berhentilah dari kegelisahanmu. Sebutlah nama Allah agar hati menjadi tentram, hiruplah nafas perlahan dan nikmatilah kata-demi kata yang ada dihadapan sahabat ini, mudah-mudahan Allah menjadikannya mudah dan terang. AAmiin.
Kekuasaan Allah SWT yang tak terbatas, meliputi seluruh alam semesta termasuk bumi langit dan apa yang ada diantara keduanya. Dia pula yang mengatur urusan makhluknya, mulai dari menetapkan rezekinya, memelihara keadaaan bentuk urusannya, menempatkan dan mengurus semuanya. Karena ternyata pada hakikatnya Allah SWT lah yang Maha Mengurus, bukan makhluk yang mengurus dirinya sendiri. Coba kita pikirkan dan renungkan sebentar, bagaimana gajah yang beratnya sekian ton bisa tetap hidup, siapa yang memberinya makan setiap hari? Ikan hiu, ikan paus di samudra dalam disana, yang menu makananannya akan menghabiskan sekian ton, siapa yang memberinya makanan sampai bisa bertahan hidup? Juga cacing dalam tanah yang tak terhitung jumlahnya, siapa yang memberi mereka rezeki?
Allah SWT telah berfirman dalam surat Huud ayat 6, “ Dan tidak ada sesuatu binatang melata (makhluk Allah yang bernyawa) pun dibumi melainkan Allah lah yang memberi rezekinya. Subhanallah, Maha Benar Allah.
Janganlah risau kawan tentang urusan dan rezeki yang mungkin saat ini tengah Allah ujikan kepada kita. Ingatlah, azamkan selalu bahwa hidup kita sudah ada yang mengurus, hanya saja kita terkadang salah pilih dan keliru sehingga menjauh dari pemeliharaan Allah SWT. Jika hidup kita diurus oleh Allah, maka semua urusan pasti menemukan jalan keluar. Segala kebutuhan akan tercukupi, tidak kekurangan dan tidak pula kelebihan. Karena yakinkanlah bahwa Allah Maha Mengatur dan Memiliki atas sesuatu, ia kuasa mengambil apa saja dari kita sekalipun itu adalah nyawa kita.
Sejenak kita tafakuri perjalanan diri kita dimasalalu. Ketika kita dalam rahim, sebelum terbentuknya anggota tubuh dan hanya jantung yang bedenyut kecil dan lemah, Allah telah memberi rezekinya dengan perantara ibu kita. Ketika kita lahir dan menjadi bayi mungil, apakah bayi punya tenaga dan kemampuan? Apakah bayi punya ilmu? Jawabanya tidak atau belum. Akan tetapi, apakah bayi punya rezeki? tentu saja PUNYA. Allah SWT memenuhi segala kebutuhan kita dengan perantara orang-orang disekitar kita, bahkan sampai ketika sudah sebesar saat ini, renungkanlah betapa kuasanya Allah dalam mengurus hamba-hambanya. Jadi janganlah sempit dalam menafsirkan rezeki di sekitar kita.Karena rasa syukur yang besar merupakan sebuah karunia dan rezeki yang jauh lebih bermakna.
Sahabat jika diatas kita telah bernostalgia dengan masa bayi kita, ayo kita sekarang sejenak bernostalgia dengan pagi yang tadi kita lewati. Mulai dari makanan yang kita suapkan kedalam mulut, minuman yang kita teguk. Berapa langkah kita menuju makanan tersebut dan berapa puluh ribu makanan itu sampai ke meja makan kita? Beras dari sebelah barat sana, lauknya dari sebelah timur, bumbu-bumbunya dari utara, minumannya dari selatan. Kesemuanya itu menempuh jarak yang sangat jauh untuk bisa sampai ditangan kita dan menjadi rezeki kita dipagi hari. Maha Besar Allah, dan ini terjadi tidak hanya di pagi hari ini saja melainkan telah bertahun-tahun, berpuluh tahun bahkan, dan tidak pula hanya terjadi di pagi hari, bahkan setiap detik dari hidup kita. Subhanallah! Inilah salah satu bukti dari sekian banyak bukti bahwa Allah Swt menjadikan rezeki datang menghampiri kita. Allah Swt menjamin rezeki kita. Allah Swt menciptakan kita lengkap dengan rezekinya, masing-masing tanpa tertukar, tidak pernah tertukar. Berbaik sangkalah kepada Allah dan mintalah pertolongan hanya kepada Allah dengan solat dan sabar, sesungguhnya itu sangatlah berat kecuali untuk orang yang khusu, yakni orang-orang yang yakin akan pertemuannya dengan Allah SWT.
 
Jadi, sahabatku kita diperintahkan untuk “mencari” rezeki. Seperti tersurat pada surat Al-Jumuah ayat 10 “Apabila telah ditunaikan solat bertebarnlah kamu dimuka bumi, dan carilah karunia Allah, dan igatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.”
Karena kata mencari masih bersipat ada dan tiada, dan kita tahu bahwa rezeki itu ada haknya untuk kita, mari kita ubah kata mencari ini menjadi kata “menjemput”. Menjemput rezeki. Analogina kita sedang menjemput adik kita di sekolah M, padahal adik kita sudah kembali terlebih dahulu. Kita belum bertemu mungkin di sekolah M, tapi dirumah atau dijalan kita akan bertemu. Begitulah rezeki datang menghampiri karena kita pun sudah berusaha menjemputnya. Boleh jadi kita menjemput rezeki namun ditempat yang tidak semestinya sehingga kita tidak bisa bertemu dengan rezeki kita. Carilah keberkahan dari rezeki itu, walau pun sedikit tapi mencukupi dan membuat diri kita tenang.
Paparan diatas memberikan gambaran bahwa indahnya dan mudahnya hidup ini apabila diurus oleh Allah Swt. Mari kita dekatkan hidup kita kepada Allah saudaraku, jadikan Allah satu-satunya tempat untuk bersandar, kita bagikan kerisauan kita kepada Allah, biar nanti Allah yang mengurusnya, hal itu pun disertai dengan ikhtiar yang mumpuni dan doa yang tiada henti. Insya Allah. (5/3/13-AZ)

Konsultasikan masalah Anda ke Redaksi Tutorial 087 767 882 380, jawabannya Insya Allah akan di posting disini setiap bulannya. Wallohu 'alam bissowab.
  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar