Dear sahabat Tutorial, ini hanyalah cacatan
renungan, mudah-mudahan bermanfaat. Dengan menyebut asma Allah SWT Maha Terpuji lagi Tinggi. Solawat
salam keselamatan semoga senantiasa tercurah pada Rasulluloh, keluarga serta
sahabatnya.
Sahabat, berhentilah dari kegelisahanmu. Sebutlah
nama Allah agar hati menjadi tentram, hiruplah nafas perlahan dan nikmatilah
kata-demi kata yang ada dihadapan sahabat ini, mudah-mudahan Allah
menjadikannya mudah dan terang. AAmiin.
Kekuasaan Allah SWT yang tak terbatas,
meliputi seluruh alam semesta termasuk bumi langit dan apa yang ada diantara
keduanya. Dia pula yang mengatur urusan makhluknya, mulai dari menetapkan rezekinya,
memelihara keadaaan bentuk urusannya, menempatkan dan mengurus semuanya. Karena
ternyata pada hakikatnya Allah SWT lah yang Maha Mengurus, bukan makhluk yang
mengurus dirinya sendiri. Coba kita pikirkan dan renungkan sebentar, bagaimana gajah
yang beratnya sekian ton bisa tetap hidup, siapa yang memberinya makan setiap
hari? Ikan hiu, ikan paus di samudra dalam disana, yang menu makananannya akan
menghabiskan sekian ton, siapa yang memberinya makanan sampai bisa bertahan
hidup? Juga cacing dalam tanah yang tak terhitung jumlahnya, siapa yang memberi
mereka rezeki?
Allah SWT telah berfirman dalam surat Huud
ayat 6, “ Dan tidak ada sesuatu binatang melata (makhluk Allah yang
bernyawa) pun dibumi melainkan Allah lah yang memberi rezekinya. Subhanallah,
Maha Benar Allah.
Janganlah risau kawan tentang urusan dan
rezeki yang mungkin saat ini tengah Allah ujikan kepada kita. Ingatlah, azamkan
selalu bahwa hidup kita sudah ada yang mengurus, hanya saja kita terkadang
salah pilih dan keliru sehingga menjauh dari pemeliharaan Allah SWT. Jika hidup
kita diurus oleh Allah, maka semua urusan pasti menemukan jalan keluar. Segala
kebutuhan akan tercukupi, tidak kekurangan dan tidak pula kelebihan. Karena
yakinkanlah bahwa Allah Maha Mengatur dan Memiliki atas sesuatu, ia kuasa
mengambil apa saja dari kita sekalipun itu adalah nyawa kita.
Sejenak kita tafakuri perjalanan diri kita
dimasalalu. Ketika kita dalam rahim, sebelum terbentuknya anggota tubuh dan
hanya jantung yang bedenyut kecil dan lemah, Allah telah memberi rezekinya
dengan perantara ibu kita. Ketika kita lahir dan menjadi bayi mungil, apakah
bayi punya tenaga dan kemampuan? Apakah bayi punya ilmu? Jawabanya tidak atau
belum. Akan tetapi, apakah bayi punya rezeki? tentu saja PUNYA. Allah SWT
memenuhi segala kebutuhan kita dengan perantara orang-orang disekitar kita,
bahkan sampai ketika sudah sebesar saat ini, renungkanlah betapa kuasanya Allah
dalam mengurus hamba-hambanya. Jadi janganlah sempit dalam menafsirkan rezeki
di sekitar kita.Karena rasa syukur yang besar merupakan sebuah karunia dan
rezeki yang jauh lebih bermakna.
Sahabat jika diatas kita telah bernostalgia
dengan masa bayi kita, ayo kita sekarang sejenak bernostalgia dengan pagi yang
tadi kita lewati. Mulai dari makanan yang kita suapkan kedalam mulut, minuman
yang kita teguk. Berapa langkah kita menuju makanan tersebut dan berapa puluh
ribu makanan itu sampai ke meja makan kita? Beras dari sebelah barat sana,
lauknya dari sebelah timur, bumbu-bumbunya dari utara, minumannya dari selatan.
Kesemuanya itu menempuh jarak yang sangat jauh untuk bisa sampai ditangan kita
dan menjadi rezeki kita dipagi hari. Maha Besar Allah, dan ini terjadi tidak
hanya di pagi hari ini saja melainkan telah bertahun-tahun, berpuluh tahun
bahkan, dan tidak pula hanya terjadi di pagi hari, bahkan setiap detik dari
hidup kita. Subhanallah! Inilah salah satu bukti dari sekian banyak bukti bahwa
Allah Swt menjadikan rezeki datang menghampiri kita. Allah Swt menjamin rezeki
kita. Allah Swt menciptakan kita lengkap dengan rezekinya, masing-masing tanpa
tertukar, tidak pernah tertukar. Berbaik sangkalah kepada Allah dan mintalah
pertolongan hanya kepada Allah dengan solat dan sabar, sesungguhnya itu
sangatlah berat kecuali untuk orang yang khusu, yakni orang-orang yang yakin
akan pertemuannya dengan Allah SWT.
Jadi, sahabatku kita diperintahkan untuk
“mencari” rezeki. Seperti tersurat pada surat Al-Jumuah ayat 10 “Apabila
telah ditunaikan solat bertebarnlah kamu dimuka bumi, dan carilah karunia
Allah, dan igatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.”
Karena kata mencari masih bersipat ada dan
tiada, dan kita tahu bahwa rezeki itu ada haknya untuk kita, mari kita ubah
kata mencari ini menjadi kata “menjemput”. Menjemput rezeki. Analogina kita
sedang menjemput adik kita di sekolah M, padahal adik kita sudah kembali
terlebih dahulu. Kita belum bertemu mungkin di sekolah M, tapi dirumah atau dijalan
kita akan bertemu. Begitulah rezeki datang menghampiri karena kita pun sudah
berusaha menjemputnya. Boleh jadi kita menjemput rezeki namun ditempat yang
tidak semestinya sehingga kita tidak bisa bertemu dengan rezeki kita. Carilah
keberkahan dari rezeki itu, walau pun sedikit tapi mencukupi dan membuat diri
kita tenang.
Paparan diatas memberikan gambaran bahwa
indahnya dan mudahnya hidup ini apabila diurus oleh Allah Swt. Mari kita
dekatkan hidup kita kepada Allah saudaraku, jadikan Allah satu-satunya tempat
untuk bersandar, kita bagikan kerisauan kita kepada Allah, biar nanti Allah
yang mengurusnya, hal itu pun disertai dengan ikhtiar yang mumpuni dan doa yang
tiada henti. Insya Allah. (5/3/13-AZ)
Konsultasikan masalah Anda ke Redaksi Tutorial 087 767 882 380, jawabannya Insya Allah akan di posting disini setiap bulannya. Wallohu 'alam bissowab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar