Cerdas-Ikhlas-Istiqamah

Rabu, 06 Maret 2013

Gimana yaa Islam di Korea Selatan???


Assalamualaikum....
Annyeong..annyeong.. Naneun Ririn imnida, ciieee pake bahasa korea niyeee hehe keren dikiitt..chjaahh itu juga yang tahu cuma segitu-gutunya hihi.. Ok kembali ke laptop!!! Berita islam internasional kali ini kita akan ngintip-ngintip perkembangan Islam di negara gingseng nih alias Korea yang terkenal sama dramanya atau boy and girl bandnya, beuuuuhh yang lagi digandrungin sama anak-anak remaja zaman sekarang, mulai dari dramanya, lagunya, baju + gayanya saking pengen mirip sama tu orang Korea hihi... Jangan-jangan antum-antum juga yaaa he...
Hemmm kira-kira gimana yaa Islam di Korea Selatan negara yang mayoritas penduduknya beragama Budha, malahan tidak sedikit juga loh yang atheis alias gak bertuhan, karena Korea Selatan ini merupakan negara sekuler yaitu negara yang memisahkan urusan beragama dengan urusan pemerintahan, sehingga agama lebih bersifat pribadi, dan mereka pun rata-rata mengenal agama seelah mereka dewasa. Berbeda dengan kebanyakan orang di negara kita yang rata-rata mengenal dan menganut agama sejak kecil karena agama adalah kebanyakan warisan didikan dari orang tua, tetapi di Korea justru tidak. Pendidikan agama di Korea itu nomor yang kesekian, atau tidak dalam skala prioritas kalau dibandingkan dengan mata pelajaran pendidikan umum. Terdengar aneh, kan? Jadi jangan heran kalau orang Korea kebanyakan belum beragama atau baru menganut agama setelah mereka dewasa. Hemmm makin penasarankan, gimana perkembangan muslim di KorSel??? Ok let’s chek it out!!!
Data dari Korea Muslim Federation (KMF) yang didirikan sejak tahun 1967 menyebutkan, jumlah Muslim di Korea Selatan sekarang ini mencapai 120.000-130.000 orang dari 48.598.175 jiwa penduduk Korea Selatan, terdiri dari Muslim Korea asli dan para warga negara asing. Jumlah orang Korea asli yang Muslim sekitar 45.000 orang, selebihnya didominasi pekerja migran asal Pakistan dan Bangladesh. Sementara orang-orang asli Korea yang Muslim, kebanyakan adalah keturunan dari para mualaf yang masuk Islam saat berlangsung Perang Korea.
Menilik sejarahnya, Perang Korea (Juni 1950-Juli 1953) membawa berkah tersendiri bagi kebangkitan Islam di Negeri Ginseng. Sejatinya, Islam telah ada di Semenanjung Korea jauh sebelum Perang Korea pecah. Sejarah mencatat, Islam masuk ke Korea Selatan pada abad ke-7 lewat kafilah dagang yang menuju Cina lalu menjalin hubungan dengan Kerajaan Shilla, salah satu dari tiga negara besar di Korea pada masa lalu. Hubungan itu terus terjalin dan sebagian pedagang Muslim itu tertarik untuk menetap di sana. Maka, tak heran jika pada periode Koryo (918-1392) terdapat komunitas Muslim di Korea Selatan dalam jumlah cukup besar di Kaesong, ibukota negara masa itu. Komunitas Muslim juga terdapat di Itaewon, Seoul, yang terus berkembang menjadi kota besar hingga sekarang.
Sampai sekarang tercatat ada sekitar 21 masjid/islamic center yang tersebar di beberapa pusat kota di Korea seperti Gwangju, Busan dan Daegu, yang seluruhnya dibawah koordinasi oleh KMF. Masjid di sini juga bukan sekedar tempat salat tapi juga tempat berkumpul komunitas Muslim, terutama usai salat Jumat. Mereka saling bercerita dan mendengarkan satu sama lain.
Masjid pertama yang dibangun di Korea adalah Seoul Central Masjid and Islamic Center yang berada di kota Itaewon. Masjid ini selesai dibangun dan dibuka untuk publik pada tahun 1974. Tidak hanya sebagai tempat sholat, di kompleks masjid juga dilengkapi dengan kantor, ruang kelas, sekolah, dan aula untuk konferensi. Hal ini dimaksudkan agar masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat sholat saja, namun juga sebagai pusat dakwah dan pendidikan.
Masjid Itaewon di Seoul 


  
Suasana setelah solat jumat di Masjid Itaewon Seoul  
 

Warga muslim korea 
 
Muslim di kota Busan pun sudah membuka sekolah Islam sendiri loohhh... Meski sekolahnya kecil, cukup untuk mengakomodasi anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang Islami. Sekolah Islam pertama di Korea Selatan itu dibiayai lewat dana hibah dari pemerintah Arab Saudi. Tahun 2008 lalu, Duta Besar Saudi di Seoul sudah menyerahkan dana sebesar 500.000 dollar pada KMF untuk biaya pembangunan sekolah.
Sebagai penghargaan atas bantuan Saudi, sekolah tersebut rencananya akan menggunakan nama putera mahkota Saudi Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz. Sekolah ini juga akan menerima siswa non-Muslim. Selain memberikan mata pelajaran berdasarkan kurikulum pendidikan di Korea, sekolah yang dibiayai Saudi ini juga akan memberikan pelajaran tambahan berupa bahasa Arab, bahasa Inggris dan studi Islam. Selain sekolah Islam, sejak tahun 2008 lalu, juga dibangun pusat kebudayaan Islam di kota Seoul. Dengan adanya sekolah dan pusat kebudayaan Islam ini, diharapkan bisa memperluas syiar Islam di Korea Selatan sekaligus meluruskan informasi-informasi biasa tentang Islam dan Muslim yang diterima oleh masyarakat negeri itu.
Naahh terus gimana yaa caranya warga muslim di Korea Selatan mendapatkan makanan yang halal??? Ternyata untuk mendapatkan makanan halal di negeri ini tidak sulit. Hampir di setiap kompleks masjid, terdapat toko muslim yang menyediakan berbagai macam makanan halal dari berbagai negara. Di samping itu, terdapat toko khusus yang menjual daging halal yang disembelih secara islami.
Terkait makanan kemasan produksi Korea, perlu kehati-hatian dalam memilih, karena sebagian besar makanan kemasan mengandung babi atau turunannya. KMF sudah mengeluarkan list makanan-makanan kemasan yang sudah dicek kehalalannya. Terdapat list makanan yang bisa dikonsumsi secara aman dan makanan yang mengandung yang haram. Adapun di luar list tersebut, pembeli harus mengecek sendiri kandungan penyusun makanan tersebut.
Masyarakat korea sangat gemar untuk makan daging. Sehingga sebagian besar restoran memiliki menu utama daging, baik babi, sapi, maupun ayam. Mengingat penyembelihan sapi dan ayam tidak mengikuti syariat Islam, kaum muslimin cenderung memilih menu sayuran dan ikan tatkala mengikuti jamuan makan bersama di restoran korea. Adapun di sekitar kompleks masjid/islamic center, terdapat banyak sekali restoran yang menyajikan makanan halal dari berbagai negara.
Eh eh eeeehh..tahu gak sii???? Ternyata ada juga lho artis korea yang muslim. Eng ing eengg... Namanya Lee Ki Woo. Si pria kelahiran 23 oktober 1981 yang pernah membintangi beberapa drama korea seperti Star's Lover dan Kid Gang ini dikabarkan adalah seorang muslim. Ini dia aktor pria muslim tersebut
 
Okaaaayyy...chingudeul (*teman-teman), Berita Internasional Islam sekarang sampai disini dulu yaaa... Silahkan apabila ada kritikan atau saran tentang artikel ini, monggo langsung aja klik “comment”nya.. Gamsahamnida..
Wassalam..
(By Ririn Riani Kartika)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar