Cerdas-Ikhlas-Istiqamah

Selasa, 17 September 2013

Belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman. Asik! ^_^



Pengalaman adalah salah satu guru dalam kehidupan. Pengalaman pun bisa menjadi sejarah.
Mengapa saya mengatakan hal itu?
Ya! Karena pengalaman akan menjadi cermin untuk siapa yang ingin bercermin darinya.
Lalu, seperti apakah maksud dari pengalaman akan menjadi cermin?
Sebelum menjawab, saya ingin bertanya terlebih dahulu kepada sahabat,
“Pengalaman itu apa?? Dan apa kegunaan dari pengalaman?”

Setiap orang atau setiap kita pasti mempunyai definisi yang berbeda tentang arti dari pengalaman. Ada sebuah penjelasan yang menarik tentang apa itu pengalaman menurut Knoers & Haditono  bahwa pengalaman adalah suatu proses pembelajaran dan pertambahan perkembangan potensi bertingkah laku baik dari pendidikan formal maupun non formal atau bisa diartikan sebagai suatu proses yang membawa seseorang kepada suatu pola tingkah laku yang lebih tinggi. Suatu pembelajaran juga mencakup yang relatif tepat dari perilaku yang diakibatkan pengalaman, pemahaman dan praktek.
Wah, menarik kan pengertian dari pengalamannya?

Dari pengertian yang telah dituliskan, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pengalaman itu adalah proses pembelajaran. Jika pengalaman adalah sebuah proses maka ia mempunyai tujuan. Dalam kalimat selanjutnya diterangkan pula bahwa pengalaman itu membawa seseorang kepada suatu pola tingkah laku yang lebih tinggi. Ini berarti bahwa dengan adanya sebuah pengalaman manusia di tuntut untuk mempunyai sikap, tingkah laku, melakukan suatu perbuatan, berusaha atau yang lainnya agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Nah, inilah tujuan dari sebuah pengalaman.
Dengan adanya pengalaman maka, kita bisa mengetahui apa yang harus dipertahankan dari pengalaman yang telah didapat, apa yang harus ditingkatkan dan apa yang harus dijauhi atau tidak dilakukan kembali.

Sahabat, binder (bina kader) yang merupakan salah satu agenda dalam tutorial adalah wadah untuk kita belajar menuntut ilmu, memenuhi kebutuhan ruhiyah, kebutuhan akal dan juga kebutuhan jasad. Dengan mengikuti binder kita mempunyai banyak pengalaman, dan telah kita ketahui bahwa pengalaman adalah cermin.
Dengan menjadi binder banyak pengalaman yang didapatkan, diantaranya pengalaman dalam berukhuwah... yah ukhuwah inilah yang sangat mengagumkan. Ukhuwah islamiyah yang kita semua menginginkan mencapai tingkatan tertinggi “itsar-mengutamakan saudara”.  Berbagi, mendengarkan, sharing, suka, duka, tangis, senyum, tawa, bekerjasama, bersalaman (tetapi sesama jenis ya!) menjadi tali-tali yang membuat simpul ukhuwah semakin kuat. Saya dapatkan disini.
Pengalaman lainnya?
Disini kebutuhan ruhiyah dan kebutuhan akal, insyaallah terpenuhi dengan adanya kajian, mabit, sharing, diskusi, tilawah alquran, kita memenuhi hak ruhiyah dan akal kita untuk mendapatkan ilmu, mendapatkan ketenangan dan masih banyak manfa’at yang bisa kita rasakan.
Lalu apakah pemenuhan kebutuhan jasad juga didapatkan selama menjadi binder?
Ya, sobat. Jangan salah, disini pun pemenuhan kebutuhan jasad insyaallah terpenuhi. Salah satunya, dengan adanya out bond. Asik, tapi tetap pada koridor islam.

Tertarik mau punya pengalaman menarik dan bermanfa’at?? Yuk, buat pengalaman-pengalaman yang akan menjadi cermin bagi diri dan orang lain agar menjadi pribadi yang lebih baik.

(Via Fitriani---Zahra Fitri Alfarisi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar