Pengalaman adalah salah satu guru dalam kehidupan. Pengalaman
pun bisa menjadi sejarah.
Mengapa saya mengatakan hal itu?
Ya! Karena
pengalaman akan menjadi cermin untuk siapa yang ingin bercermin darinya.
Lalu,
seperti apakah maksud dari pengalaman akan menjadi cermin?
Sebelum
menjawab, saya ingin bertanya terlebih dahulu kepada sahabat,
“Pengalaman
itu apa?? Dan apa kegunaan dari pengalaman?”
Setiap orang
atau setiap kita pasti mempunyai definisi yang berbeda tentang arti dari
pengalaman. Ada sebuah penjelasan yang menarik tentang apa itu pengalaman
menurut Knoers & Haditono bahwa
pengalaman adalah suatu proses pembelajaran dan pertambahan perkembangan
potensi bertingkah laku baik dari pendidikan formal maupun non formal atau bisa
diartikan sebagai suatu proses yang membawa seseorang kepada suatu pola tingkah
laku yang lebih tinggi. Suatu pembelajaran juga mencakup yang relatif tepat
dari perilaku yang diakibatkan pengalaman, pemahaman dan praktek.
Wah, menarik
kan pengertian dari pengalamannya?
Dari
pengertian yang telah dituliskan, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa
pengalaman itu adalah proses pembelajaran. Jika pengalaman adalah sebuah proses
maka ia mempunyai tujuan. Dalam kalimat selanjutnya diterangkan pula bahwa
pengalaman itu membawa seseorang kepada suatu pola tingkah laku yang lebih
tinggi. Ini berarti bahwa dengan adanya sebuah pengalaman manusia di tuntut
untuk mempunyai sikap, tingkah laku, melakukan suatu perbuatan, berusaha atau
yang lainnya agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Nah, inilah tujuan dari
sebuah pengalaman.
Dengan
adanya pengalaman maka, kita bisa mengetahui apa yang harus dipertahankan dari
pengalaman yang telah didapat, apa yang harus ditingkatkan dan apa yang harus
dijauhi atau tidak dilakukan kembali.
Sahabat,
binder (bina kader) yang merupakan salah satu agenda dalam tutorial adalah wadah
untuk kita belajar menuntut ilmu, memenuhi kebutuhan ruhiyah, kebutuhan akal
dan juga kebutuhan jasad. Dengan mengikuti binder kita mempunyai banyak
pengalaman, dan telah kita ketahui bahwa pengalaman adalah cermin.
Dengan
menjadi binder banyak pengalaman yang didapatkan, diantaranya pengalaman dalam
berukhuwah... yah ukhuwah inilah yang sangat mengagumkan. Ukhuwah islamiyah
yang kita semua menginginkan mencapai tingkatan tertinggi “itsar-mengutamakan
saudara”. Berbagi, mendengarkan,
sharing, suka, duka, tangis, senyum, tawa, bekerjasama, bersalaman (tetapi
sesama jenis ya!) menjadi tali-tali yang membuat simpul ukhuwah semakin kuat.
Saya dapatkan disini.
Pengalaman
lainnya?
Disini kebutuhan
ruhiyah dan kebutuhan akal, insyaallah terpenuhi dengan adanya kajian, mabit,
sharing, diskusi, tilawah alquran, kita memenuhi hak ruhiyah dan akal kita
untuk mendapatkan ilmu, mendapatkan ketenangan dan masih banyak manfa’at yang
bisa kita rasakan.
Lalu apakah
pemenuhan kebutuhan jasad juga didapatkan selama menjadi binder?
Ya, sobat.
Jangan salah, disini pun pemenuhan kebutuhan jasad insyaallah terpenuhi. Salah
satunya, dengan adanya out bond. Asik, tapi tetap pada koridor islam.
Tertarik mau
punya pengalaman menarik dan bermanfa’at?? Yuk, buat pengalaman-pengalaman yang
akan menjadi cermin bagi diri dan orang lain agar menjadi pribadi yang lebih
baik.
(Via Fitriani---Zahra Fitri Alfarisi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar