Polemik dalam artian Bahasa Indonesia adalah sejenis diskusi atau perdebatan sengit
yang diadakan di tempat umum atau media massa berbentuk tulisan, seperti surat
kabar, majalah, internet dan telepon selular. Sekarang ini banyak peristiwa
atau informasi baik fakta maupun hanya sekadar gossip yang diberitakan di media
massa tulis seringkali mendapat perhatian lebih dari khalayak. Alasannya,
karena memang informasi di media massa terlebih lagi internet sekarang lebih update ketimbang media massa lainnya.
Meskipun pada dasarnya, tidak ada satu media massa pun yang tidak berbau
politik. Kesemuanya pasti memiliki tujuan khusus dalam menginformasikan suatu
berita.
Banyak
di kalangan ormas di Indonesia yang dengan tegas menentang diadakannya kontes
kecantikan Miss World ini. Karena pada hakikatnya kontes ini lebih banyak
mendatangkan kemudharatan daripada sisi positif bagi Indonesia.
"Ajang itu hanya menguntungkan elite politik tertentu yang
memiliki kaitan langsung dengan pebisnis atau penyelenggara," kata dosen
Jurusan Hubungan Internasional FISIP Unud, Pengamat hubungan internasional
Universitas Udayana (Unud) Denpasar Idin Fasisaka MA di Denpasar, Senin (9/9).
Kalau dalihnya, kontes kecantikan ini
akan meningkatkan pariwisata Indonesia di mata dunia. Apakah memang itu ada
buktinya? Faktanya, tidak ada satu Negara pun yang pernah dijadikan tuan rumah
ajang Miss World ini naik pariwisatanya gara-gara Miss World. Atau bahkan yang
menjadi pemenangnya sekalipun. Sebagai bukti, dari kontes sejenisnya yaitu Miss
Universe. Mari
kita lihat datanya, Venezuela adalah negera yg memenangkan Miss Universe 2008
dan 2009, kalian tahu berapa pertumbuhan turis mancanegara mereka setelah
wanita mereka menang? Minus 3%. Jepang yang memenangkan tahun 2007, pertumbuhan
turisnya setelah menang, nol sekian persen saja. Dan Kanada, menang tahun 2005. Berikut data kunjungan
turis di negeri itu:
19.145.000
(2004)
18.771.000
(2005)
18.265.000
(2006)
17.935.000
(2007)
17.142.000 (2008)
Menakjubkan, sejak menang Miss
Universe, kunjungan turis ke Kanada turun drastis dari 18juta orang tinggal 17
juta orang. Di mana letak dampak kontes kecantikan itu?
Sama halnya dengan Wakil Gubernur
jawa Barat, Deddy Mizwar, menurut dia, jika kontes ini menimbulkan pro dan kontra hingga
berujung perpecahan dan hingga membuat citra buruk bagi Indonesia maka pelaksanaan
kontes Miss World 2013 tidak diadakan terutama di Jawa Barat. Serta yang menjadi kekhawatiran
lainnya adalah tentang penyelenggaraan Miss Wolrd ini hanya demi keuntungan
pengusaha semata karena selama ini penyelenggaraan Miss World dilakukan oleh
pengusaha dan pihak swasta, sementara pemerintah tidak dilibatkan.
Alhasil, Alhamdulillah tempat
berlangsungnya kontes ini hanya akan diadakan di Bali saja dari mulai pembukaan
sampai final nanti, yaitu pada tanggal 28 September 2013. Tapi tidak cukup disana,
sebagai umat muslim sudah barang tentu kewajiban kita untuk tetap pada prinsip
bahwa harus menolak kebathilan yang jelas nampak di muka bumi. Memang, jika
kita menganalisis slogan yang seringkali digembar-gemborkan oleh penyelenggara,
yaitu dengan 3B nya (Brain, Beauty and
Behaviour) maknanya sungguh luar biasa. Kata brain bermakna cerdas, beauty
mempunyai makna cantik dan behaviour
bermakna karakter (tingkah laku). Nah sekarang coba kita analisis bersama-sama
makna dari ketiga kata tersebut.
Pertama, kata brain yang berarti cerdas. Apakah kalian setuju jika seorang
perempuan apabila bisa menjawab pertanyaan yang diajukan juri di ajang Miss
World ini dalam waktu sepersekian menit itu dikatakan CERDAS? Jawabannya, tentu
iya. Benar, ia bisa dikatakan cerdas jika ia bisa menjawab pertanyaan juri
hanya dengan waktu yang singkat. Tapi apakah kecerdasan perempuan itu hanya
diukur dengan cara itu saja? Tidakkkkk kawan-kawan…
Kedua, beauty yang bermakna cantik.
Menurut Ketua Bidang Perempuan PP KAMMI Pusat mengatakan bahwa, definisi cantik dalam kontes ini
diarahkan kepada tafsir cantik secara fisik semata. Betapa tidak, kriteria
cantik peserta Miss World ini jika dilihat dari sudut pandang manapun,
sejatinya tidak mencerminkan unsur lain selain kecantikan fisik dari perempuan
itu sendiri. Cantik yang kemudian semacam dipaksakan dan digiring menjadi satu
tafsir yang hanya di lihat dari tinggi badan, proporsionalnya lingkar pinggang,
panjang kaki, bahkan sampai ukuran dada. Nah, apakah kawan-kawan sependapat
dengan hal itu? Bahwa definisi cantik dalam kontes ini diarahkan kepada tafsir
cantik secara fisik semata? Ya, pastinya akan sependapat. Sebenarnya, kalau
kita ditanya siapa perempuan yang paling cantik di dunia ini? Apakah
kawan-kawan akan menjawab ‘pastinya ya yang jadi juara Miss World-lah’?
Hmm..kalau saya pribadi sih akan jawab ibu
saya J
Kemudian yang ketiga, yaitu behaviour yang berarti karakter (tingkah
laku). Karakter perempuan yang seperti apa yang ditonjolkan dengan adanya
kontes kecantikan ini? Apakah karakter perempuan yang memiliki nilai peduli
sosial tinggikah? Atau hanya ingin terlihat peduli? Ya, semoga saja ini bukan
karena kesuudzanan saya. Tapi kalau
dilihat dari konteks kegiatannya, meskipun dibalut dengan aksi dan peduli
sosialnya sekali mempertandingkan kecantikan, tampilan fisik maka sama saja
situasinya. Ditambah
lagi dengan adanya pemutar balikan logika yaitu akan diadakannya Miss World
Muslimah. Hal itu tidaklah benar kawan.
Intinya, saya mengutip dari
kata-kata Tere Liye, “Jangan dicampur-campur, jangan diputar balik
logikanya. Tidak akan pernah ada di atas panggung itu peserta yang jerawatan,
gemuk, cacat, buta, dan sebagainya yang menang. Cukuplah basa-basi argumen
pendukung acara ini. Wanita itu sudah mulia, jangan mau dibanding-bandingkan dengan
wanita lain secara tampilan”.***
KEEP CIIS !!!
AI NURAENI_Kabid. Kemuslimahan Program Tutorial UPI Kampus Tasikmalaya
KEEP CIIS !!!
AI NURAENI_Kabid. Kemuslimahan Program Tutorial UPI Kampus Tasikmalaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar