Pernah
mendengar seorang anak yang sedang dimarahi oleh orang tuanya karena melakukan
kesalahan? Wajah si orang tua memerah, nada suaranya bergemuruh dan urat
lehernya tegang sesaat. Dengan sikap seperti itu rata-rata anaka akan lari menjauh
dan menangis dan akan mencari perlindungan kepada orang disekelilingnya. Kenapa
demikian karena hati itu sangat sensitif, jangankan menerima bentakan atau
lampiasan emosi mendengarkan nada yang agak sedikit meninggi saja hati bisa
merasa terluka.
Lantas
agar hati tetap terjaga dan tidak terluka maka perbanyaklah mendengarka
perkataan-perkataan yang positif.Tipsnya Berkumpulah denga orang-orang yang
shalih, perbanyaklah melangkahkan kai ke majelis ilmu dan minimalisir melakukan
kesalahan agar tidak dimarahi. Hee^^
So’berbicara mengenai sensitifnya
hati yang hanya bisa disentuh dengan hati lagi, teringat 2 tahun yang lalu
ketika hati tersentuh merasakan bahagia bercampur dengan haru melebur dalam sebuah ikatan yang dimnamakan TUTORIAL
UPI Tasikmalaya. Sebuah masa yang akan terkenang selalu, dikala kealfaan tidak
dijadikan cemoohan melainkan diingatkan dengan penuh kasih dan kelembutan. Tanpa
lelah senantiasa menjadi pengingat setia setiap perjalanan yang penuh uji coba.
Senantiasa berlomba dalam menunaikan kebaikan dan berkompetisi untuk bermanfaat
bagi orang banyak.
Ya disinilah hati menemukan naungan
cinta Illahi Robbi, bersemayam dijalan indah ini. Dakwah mulia pekerjaan hati
ke hati.
“Kebaikan
adalah apa yang hati merasa tenteram melakukannya. Sedangkan dosa adalah apa
yang menyebabkan hati bimbang dan cemas” (HR Ahmad)
Libatkan
hati dalam setiap ukiran dakwah ini, agar hati yang tersentuh bisa merasakan
indahnya ukhuwah yang terpatri dan tak lekang oleh zaman. Insya Allah . Allah Ridhai.
Keep Cerdas, Ikhlas, Istiqomah !!
Keep Cerdas, Ikhlas, Istiqomah !!
Ra2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar