Cerdas-Ikhlas-Istiqamah

Kamis, 12 September 2013

PEKERJAAN HATI “Hati hanya bisa disentuh dengan hati”





Pernah mendengar seorang anak yang sedang dimarahi oleh orang tuanya karena melakukan kesalahan? Wajah si orang tua memerah, nada suaranya bergemuruh dan urat lehernya tegang sesaat. Dengan sikap seperti itu rata-rata anaka akan lari menjauh dan menangis dan akan mencari perlindungan kepada orang disekelilingnya. Kenapa demikian karena hati itu sangat sensitif, jangankan menerima bentakan atau lampiasan emosi mendengarkan nada yang agak sedikit meninggi saja hati bisa merasa terluka.

Lantas agar hati tetap terjaga dan tidak terluka maka perbanyaklah mendengarka perkataan-perkataan yang positif.Tipsnya Berkumpulah denga orang-orang yang shalih, perbanyaklah melangkahkan kai ke majelis ilmu dan minimalisir melakukan kesalahan agar tidak dimarahi. Hee^^
So’berbicara mengenai sensitifnya hati yang hanya bisa disentuh dengan hati lagi, teringat 2 tahun yang lalu ketika hati tersentuh merasakan bahagia bercampur dengan haru melebur  dalam sebuah ikatan yang dimnamakan TUTORIAL UPI Tasikmalaya. Sebuah masa yang akan terkenang selalu, dikala kealfaan tidak dijadikan cemoohan melainkan diingatkan dengan penuh kasih dan kelembutan. Tanpa lelah senantiasa menjadi pengingat setia setiap perjalanan yang penuh uji coba. Senantiasa berlomba dalam menunaikan kebaikan dan berkompetisi untuk bermanfaat bagi orang banyak.
Ya disinilah hati menemukan naungan cinta Illahi Robbi, bersemayam dijalan indah ini. Dakwah mulia pekerjaan hati ke hati.
“Kebaikan adalah apa yang hati merasa tenteram melakukannya. Sedangkan dosa adalah apa yang menyebabkan hati bimbang dan cemas” (HR Ahmad)

Libatkan hati dalam setiap ukiran dakwah ini, agar hati yang tersentuh bisa merasakan indahnya ukhuwah yang terpatri dan tak lekang oleh zaman. Insya  Allah . Allah Ridhai.

Keep Cerdas, Ikhlas, Istiqomah !!
Ra2


Tidak ada komentar:

Posting Komentar