Cerdas-Ikhlas-Istiqamah

Kamis, 02 Mei 2013

“Alasan Wajibnya Menuntut Ilmu”




Bismillaahirrahmaanirrahiim.
            Rasulullah saw. pernah bersabda dalam sebuah hadits, yang berbunyi:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ
“Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan” (H.R. Ibnu Majah)
Islam merupakan agama yang identik dengan ilmu pengetahuan. Al-Quran sebagai kitab suci dan pedoman bagi umat Islam, sejak dini telah berbicara tentang ilmu, hal ini tampak jelas pada ayat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw., yang berbunyi:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ(1)خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَق(2)ٍ
اقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَ َكْرَمُ(3)الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ(4)عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَم(5)ْ
“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang telah Menciptakan, Tuhan yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu Maha Mulia, Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan Qalam. Yang mengajarkan manusia apa-apa yang tidak ia ketahui.” (Q.S. Al ‘Alaq: 1-5)
Rasulullah sering berbicara tentang keutamaan ilmu dan bahkan mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu, sebagaimana sabda beliau pada hadits di atas. Perintah untuk menuntut ilmu ini merupakan salah satu pusat perhatian Islam bagi para pemeluknya.
Lalu muncul sebuah pertanyaan, mengapa manusia yang dalam hal ini adalah umat Islam, diwajibkan untuk menuntut ilmu? Hal ini sebenarnya telah dijawab oleh Al-Quran sendiri. Di dalam Al-Quran tercantum bahwa Allah menciptakan manusia dalam keadaan vakum dari ilmu, lalu Allah memberinya perangkat ilmu agar mampu menggali ilmu dan mempelajarinya. Karena memang ilmu itu harus digali, dipelajari, dan diamalkan, sebagaimana firman-Nya:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لاَ تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَ اْلأَبْْصَارَ وَاْلأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan dan hati agar kalian bersyukur.” (Q.S. An-Nahl: 78)
Pendengaran, penglihatan dan hati atau akal merupakan perangkat atau alat untuk menuntut ilmu. Perangkat ilmu yang Allah berikan kepada manusia adalah sebuah potensi yang tiada ternilai harganya. Lain halnya dengan hewan yang tidak memiliki potensi tersebut karena hewan tidak mampu berbuat seperti apa yang dapat dicapai oleh manusia. Maka sangat beralasan jika Allah memerintahkan manusia untuk menggali lautan ilmu-Nya.
Perintah ini begitu jelas Allah perintahkan lewat firman-Nya dalam surat Al-‘Alaq ayat 1-5 sebagaimana di atas, yakni kita diperintahkan untuk membaca, bukan saja dalam arti sempit atau membaca secara harfiyah (qira’ah qauliyyah), tetapi juga dalam makna yang luas, yakni membaca ayat-ayat Allah yang tergores pada alam semesta (qira’ah kauniyyah), baik berupa fakta-fakta kasat mata, maupun yang terlihat pada kejadian-kejadian, proses, sebab akibat, sejarah dan sebagainya.
Hadits “Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan” ini begitu selaras dengan sebuah pribahasa yang mengatakan “Kalaulah bukan karena ilmu, maka manusia tak ubahnya seperti binatang”. Pribahasa ini di satu sisi mengungkapkan perbedaan antara manusia dan hewan dan di sisi lain merupakan sindiran bagi manusia untuk menuntut dan menguasai ilmu, agar ia tidak dibodoh-bodohi dan tidak dikatakan seperti binatang.
Sekian yang bisa saya tuliskan, mudah-mudahan bermanfaat dan kita digolongkan oleh Allah ke dalam kelompok orang-orang bersyukur dan selalu mau belajar dari kehidupan. Aamiin.

A.I.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar