Cerdas-Ikhlas-Istiqamah

Selasa, 07 Mei 2013

BERAMAL (Berita Islam Internasional)



Al-Kindi VS Einstain

 

Assalamualaikum....
Haloo Sobat BERAMAL!!! Bagaimana kabarnya??? Selamat Hari Pendidikan Nasional yaaaa... Semoga pendidikan di Indonesia semakin MAJJJJUUUUUUUUUUU!!!!
Naaahh untuk memperingati hari pendidikan, BERAMAL kali ini kita bahas ilmuan Islam yuuuuuuKK!! hayooooh udah tahu siapa aja ilmuan-ilmuan Islam??? Tapi gak kita bahas satu-satu yaaaa WoooWWww buaaaaaanyaaakk banget. Sobat BERAMAL, Ilmuan pertama di dunia itu dari umat Islam timur tengah, bukan Eropa. Banyak BUKTI di hadapan NON MUSLIM tentang kebenaran ISLAM. Penemuan Ilmuwan Muslim Yang SEBENARNYALAH Yang Mengubah Peradaban Dunia!!! BUKAN EROPA atapun ORANG BARAT...!!!
Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa beberapa penemuan yang mengubah peradaban dunia SEBENARNYA berasal dari para ilmuwan muslim. Para ilmuwan ini mempunyai kontribusi BESAR dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan merupakan temuan awal alias PERTAMA KALI DI DUNIA sebelum dikembangkan atau dilanjutkan oleh ilmuwan Barat lainnya. Penemuan-penemuan ilmuwan muslim ini sempat terlupakan oleh masyarakat dunia ENTAH senagaja dirahasiakan atau apa.
Naaahhhh sobat BERAMAL, sekarang mari kita kupas seseorang yang luar biasa dengan penemuannya Teori Relativitas dan ia adalah seorang muslim siapa diaaaaaaa??????
Al-Kindi

 


Teori relativitas ternyata telah lama dicetuskan oleh ilmuwan Muslim di abad ke 8 Masehi. Dialah Abu Yusuf bin Ashaq al-Kindi. Ia adalah seorang ilmuwan dan filsuf Muslim keturunan Yaman dan lahir di Kufah tahun 185 H/796 M. Ilmuwan yang di kenal sebagai Alkindus di Barat ini menyatakan bahwa manusia adalah makhluk relatif dan terbatas. Walaupun semua makhluk individu tidak terbatas banyaknya, namun waktu, gerak, badan dan ruang adalah terbatas. Intinya, Al-Kindi hendak menyatakan bahwa “Waktu itu ada (eksis) karena ada gerak. Gerak itu ada karena badan/tubuh yang bergerak…. Jika tidak gerak, ada tubuh yang diperlukan untuk bergerak; jika ada badan, ada gerakan yang dilakukan”. Dengan kata lain, ruang, waktu, gerakan dan benda itu bersifat relatif satu sama lain dan tidak dapat berlaku sendiri (independent) atau absolut. Seluruhnya bersifat relatif terhadap objek-objek lain dan terhadap si pengamat.
Teori yang di gagas Einstein juga hampir sama. Ia menyatakan bahwa “Eksistensi-eksistensi dalam dunia ini terbatas, walaupun eksistensi itu sendiri tidak terbatas”. Tentu saja karena kedua ilmuwan ini hidup dan berkarya di zaman yang berbeda, maka temuan dari Einstein akan lebih mendetail dan dijelaskan dengan dukungan penelitian dan pengujian ilmiah. Bahkan telah terbukti dengan adanya ledakan bom atom di Nagasaki dan Hiroshima. Namun yang jelas, ternyata teori relativitas yang di gagas oleh Albert Einstein pada abad ke 20 telah lebih dulu di temukan oleh ilmuwan Muslim yaitu Abu Yusuf bin Ashaq al-Kindi sekitar seribu seratus tahun sebelumnya.
Sesungguhnya, konsep tentang relativitas ruang dan waktu ini sudah tidak asing lagi bagi kalangan ilmuwan Islam terdahulu. Karena di dalam Al-Qur`an telah disebutkan berbagai ayat yang mengisyaratkan relatifnya ruang dan waktu, seperti:
“Sesungguhnya sehari disisi Allah adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. Al-Hajj [22] : 47).
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (Urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. As-Sajdah [32] : 5)
Jadi, sekarang apakah kita tidak bangga dan termotivasi untuk mengembalikan kejayaan Islam itu?



R2K
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar