Al-Kindi VS Einstain
Assalamualaikum....
Haloo Sobat BERAMAL!!! Bagaimana kabarnya??? Selamat Hari
Pendidikan Nasional yaaaa... Semoga pendidikan di Indonesia semakin
MAJJJJUUUUUUUUUUU!!!!
Naaahh untuk memperingati
hari pendidikan, BERAMAL kali ini kita bahas ilmuan Islam yuuuuuuKK!! hayooooh
udah tahu siapa aja ilmuan-ilmuan Islam??? Tapi gak kita bahas satu-satu yaaaa
WoooWWww buaaaaaanyaaakk banget. Sobat BERAMAL, Ilmuan pertama di dunia itu
dari umat Islam timur tengah, bukan Eropa. Banyak BUKTI di hadapan NON MUSLIM tentang kebenaran ISLAM. Penemuan
Ilmuwan Muslim Yang SEBENARNYALAH Yang Mengubah Peradaban Dunia!!!
BUKAN EROPA atapun ORANG
BARAT...!!!
Mungkin
tidak banyak yang tahu bahwa beberapa penemuan yang mengubah peradaban dunia
SEBENARNYA berasal dari para ilmuwan muslim. Para ilmuwan ini mempunyai
kontribusi BESAR dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan merupakan temuan awal
alias PERTAMA KALI DI DUNIA sebelum dikembangkan atau dilanjutkan oleh ilmuwan
Barat lainnya. Penemuan-penemuan ilmuwan muslim ini sempat terlupakan oleh
masyarakat dunia ENTAH senagaja dirahasiakan atau apa.
Naaahhhh
sobat BERAMAL, sekarang mari kita kupas seseorang yang luar biasa dengan
penemuannya Teori Relativitas dan ia adalah seorang muslim siapa
diaaaaaaa??????
Al-Kindi
Teori
relativitas ternyata telah lama dicetuskan oleh ilmuwan Muslim di abad ke 8
Masehi. Dialah Abu Yusuf bin Ashaq al-Kindi. Ia adalah seorang ilmuwan dan
filsuf Muslim keturunan Yaman dan lahir di Kufah tahun 185 H/796 M. Ilmuwan
yang di kenal sebagai Alkindus di Barat ini menyatakan bahwa manusia adalah
makhluk relatif dan terbatas. Walaupun semua makhluk individu tidak terbatas
banyaknya, namun waktu, gerak, badan dan ruang adalah terbatas. Intinya,
Al-Kindi hendak menyatakan bahwa “Waktu itu ada (eksis) karena ada gerak. Gerak
itu ada karena badan/tubuh yang bergerak…. Jika tidak gerak, ada tubuh yang
diperlukan untuk bergerak; jika ada badan, ada gerakan yang dilakukan”. Dengan
kata lain, ruang, waktu, gerakan dan benda itu bersifat relatif satu sama lain
dan tidak dapat berlaku sendiri (independent) atau absolut. Seluruhnya bersifat
relatif terhadap objek-objek lain dan terhadap si pengamat.
Teori
yang di gagas Einstein juga hampir sama. Ia menyatakan bahwa
“Eksistensi-eksistensi dalam dunia ini terbatas, walaupun eksistensi itu
sendiri tidak terbatas”. Tentu saja karena kedua ilmuwan ini hidup dan berkarya
di zaman yang berbeda, maka temuan dari Einstein akan lebih mendetail dan
dijelaskan dengan dukungan penelitian dan pengujian ilmiah. Bahkan telah terbukti
dengan adanya ledakan bom atom di Nagasaki dan Hiroshima. Namun yang jelas,
ternyata teori relativitas yang di gagas oleh Albert Einstein pada abad ke 20
telah lebih dulu di temukan oleh ilmuwan Muslim yaitu Abu Yusuf bin Ashaq
al-Kindi sekitar seribu seratus tahun sebelumnya.
Sesungguhnya, konsep
tentang relativitas ruang dan waktu ini sudah tidak asing lagi bagi kalangan
ilmuwan Islam terdahulu. Karena di dalam Al-Qur`an telah disebutkan berbagai
ayat yang mengisyaratkan relatifnya ruang dan waktu, seperti:
“Sesungguhnya sehari disisi Allah adalah seperti seribu tahun
menurut perhitunganmu” (QS. Al-Hajj [22] : 47).
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (Urusan) itu
naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun
menurut perhitunganmu” (QS. As-Sajdah [32] : 5)
Jadi, sekarang apakah kita
tidak bangga dan termotivasi untuk mengembalikan kejayaan Islam itu?
R2K
Tidak ada komentar:
Posting Komentar