Cerdas-Ikhlas-Istiqamah

Kamis, 02 Mei 2013

SUPER GAUL (Supel dalam Bergaul)



Assalamualaikum!!! Bagaimana kabar hati sahabat semuanya??? Mudah-mudahan tetap berada dalam kesucian, dan tidak ternodai oleh sesuatu yang seharusnya belum ada (singkatnya “cinta” hehehe).
Eh ko jadi ke si “cinta” siiihh??? Apa hubungannya coba???
Yaa jelas ada doonngg. Ngantin edisi ke 3 kemarin dengan pemateri Ustadz Rifqi, membahas tentang etika/adab berinteraksi dengan lawan jenis dalam Islam. Supel dalam bergaul memang sangat dianjurkan namun supel yang dimaksud adalah tahu kondisi dengan siapa ia berinteraksi, berbicara, bercanda, memberikan senyuman, dll. Misalnya cara berbicara kepada sesama jenis akan berbeda dengan ketika kita berbicara kepada lawan jenis. Semua telah diatur oleh Allah dalam Al-Quran dan lebih dijelaskan lagi dengan hadits-hadits Nabi Muhammad saw.
Semuanya bertujuan untuk menjaga kehormatan manusia itu sendiri. Untuk mengatur dan mengkondusifkan si “cinta” yang nyantol di hati sebelum waktunya. Bisa dilihat bersama keadaan zaman sekarang, mereka dengan mudahnya menyatakan cinta. Bahkan (maaf) ini bisa juga terjadi di kalangan aktivis dakwah yang ‘katanya’ sudah lebih paham tentang adab berinteraksi dengan lawan jenis.
Kenyataannya tidak sedikit para aktivis dakwah ini tergelincir karena si “cinta”. Setan sekarang lebih cerdik dari yang digodanya. Mereka akan selalu siap siaga untuk menghunuskan pedang godaannya kepada manusia ketika dia lengah, tidak terkecuali aktivis dakwah.
Mengapa bisa terjadi seperti ini?
Ada beberapa faktor penyebab pelanggaran etika dalam berinteraksi, di antaranya:
1.     Pemahaman
a.    Belum mengetahui batas-batas pergaulan.
b.   Sudah mengetahui, namun belum memahami.
c.    Sudah mengetahui, namun tidak mau mengamalkan.
d.   Sudah mengetahui dan memahami, namun tergelincir karena lalai.
2.     Ukhuwah yang mandeg, artinya adanya rasa jenuh dan tidak saling perhatian terhadap saudaranya yang sejenis memberikan peluang untuk memperhatikan lawan jenis. Jadi jagalah ukhuwah dengan saudara-saudara kita yang sejenis agar tidak mencari-cari alasan untuk dekat dengan lawan jenis. (mudah-mudahan ngerti, hehe.)
3.     Kurangnya pengawasan dan pemeliharaan dari pihak lembaga/pemerintah.

Dan bisa jadi kejadian itu disebabkan karena kita masih sibuk menghiasi penampilan luar kita dengan jilbab lebar warna warni atau dengan berjanggut dan celana ngatung, namun kita lupa menghiasi akhlak. Kita sibuk berhiaskan simbol-simbol Islam namun lupa substansi Islam. Kita berkutat menghafal materi Islam namun tidak fokus pada tataran pemahaman dan amal.

Menjaga pergaulan dengan lawan jenis memang bukanlah hal yang mudah karena fitrah laki-laki adalah mencintai wanita dan demikian pula sebaliknya. Hanya dengan keimanan yang kokoh dan mujahadah sajalah yang membuat seseorang dapat istiqomah menjaga batas-batas ini.

Pelanggaran Batas-batas Pergaulan Ikhwan-Akhwat

Berikut ini adalah pelanggaran-pelanggaran yang masih sering terjadi, dan jangan sampai meningkat pada tahap berpacaran:
1.     Pulang Berdua
2.     Rapat Berhadap-Hadapan
3.     Tidak Menundukkan Pandangan (Gadhul Bashar)
4.     Duduk/ Jalan Berduaan
5.     “Men-tek” Untuk Menikah
6.     Telepon, sms, YM, chatting  yang tidak urgen
7.     Berbicara Mendayu-Dayu (bagi yang perempuan)
8.     Bahasa Yang Akrab
9.     Curhat
10.   Bercanda ikhwan-akhwat



Naah looh, gimana dong? Pasti ada salah satu atau salah dua pelanggaran yang pernah kita lakukan, mudah-mudahan karena memang ketidaktahuan yaa, jangan karena lalai, naudzubillah. Lalu bagaimana sebenarnya etika berinteraksi antar lawan jenis dalam Islam.
1.     Menahan pandangan dari kedua belah pihak, baik dari laki-laki maupun perempuan. Artinya tidak boleh melihat aurat, tidak boleh memandang dengan syahwat, tidak lama-lama memandang. Perintah menundukkan pandangan ini ada di QS. An-Nur: 30-31 (kita lihat sama-sama yaa, mari buka Al-Qurannya ^^)
2.     Bagi nyang perempuan memakai pakaian yang sopan, QS. An-Nur: 31 dan QS. Al-Ahzab: 59.
Mematuhi adab-adab perempuan muslimah:
a.     Dalam berkata (QS. Al-Ahzab: 32)
b.     Dalam berjalan (QS. An-Nur: 31)
c.     Dalam bergerak
d.     Menjauhkan diri dari bau-bauan yang harum dari radius jarak yang jauh
e.     Jangan berdua-duaan tanpa disertai mahram.

Di dalam Islam, pergaulan laki-laki dan perempuan sangatlah dijaga. Kewajiban berjillbab, menundukkan pandangan, tidak khalwat (berduaan), tidak ikhtilath (bercampur baur), tidak tunduk dalam berbicara (mendayu-dayu) dan dorongan Islam untuk segera menikah, itu semua adalah penjagaan tatanan kehidupan sosial muslim agar terjaga kehormatan dan kemuliaannya.

Kehormatan seorang muslim sangatlah dipelihara di dalam Islam, sampai-sampai untuk mendekati zinanya saja sudah dilarang. “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra:32). Pelanggaran di atas dapat dikategorikan kepada hal-hal yang mendekati zina karena jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mengarah pada zina yang sesungguhnya, na’udzubillah. Maka, bersama-sama kita saling menjaga pergaulan ikhwan-akhwat. Wahai akhwat, jagalah para ikhwan. Dan wahai ikhwan, jagalah para akhwat. Jagalah agar tidak terjerumus ke dalam kategori mendekati zina.

“Ya Rabbi, istiqomahkanlah kami di jalan-Mu. Jangan sampai kami tergelincir ataupun terkena debu-debu yang dapat mengotori perjuangan kami di jalan-Mu, yang jika saja Engkau tak tampakkan kesalahan-kesalahan itu pada kami sekarang, niscaya kami tak menyadari kesalahan itu selamanya. Ampunilah kami ya Allah…… Tolonglah kami membersihkannya hingga dapat bercahaya kembali cermin hati kami. Kabulkanlah ya Allah…“ Aamiin.

A.I. 

1 komentar:

  1. alhamdulillah. paparan yang mantap, ya shadiiq.. syukran ^_^

    BalasHapus