Cerdas-Ikhlas-Istiqamah

Rabu, 11 September 2013

Makan/Minum Sambil Berdiri, Bolehkah?


Bismillahirrahmaanirrahiim.
Makan dan minum, siapa yang tidak pernah melakukan aktivitas ini? Semua manusia pasti menjadikan makan dan minum sebagai rutinitas untuk memberi nutrisi bagi tubuh. Bisa dibayangkan jika ada manusia yang bisa hidup tanpa makan dan minum. Tapi apakah kita sudah mengetahui adab makan dan minum dalam Islam?
Banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari teman-teman atau bahkan diri kita sendiri makan dan minum sambil berdiri. Ini sering dilakukan jika kita membeli minuman ketika waktu istirahat sekolah, karena saking hausnya kita langsung meminum minuman tersebut sambil berdiri bahkan mungkin lupa untuk membaca bismillah terlebih dahulu. Padahal Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam telah melarang kita tentang hal itu ‘jauh-jauh hari’.
Dari Anas radhiallaahu ‘anhu, “Sesungguhnya Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang minum sambil berdiri.”
(HR. Muslim)
Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jangan kalian minum sambil berdiri! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan!”
(HR. Muslim)
Nah, jika kita sudah tahu bahwa ada larangan minum (apalagi makan) sambil berdiri, maka sudah sepatutnya kita mematuhi itu. Ketika sedang benar-benar kehausan dan posisi kita sedang berjalan, lebih baik kita menjongkokkan tubuh kita atau mencari temapt duduk yang nyaman terlebih dahulu. “Tapi kan malu diliatin sama orang-orang, nanti dikiranya lagi ‘ngapain’.” Justru dengan cara itu secara tidak langsung kita memberi tahu orang lain, bahwa adab minum dan makan dalam Islam yaa seperti ‘itu’.
Setiap larangan, aturan, ataupun perintah baik itu dari Allah yang tercantum dalam Al-Quran maupun dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang tercantum dalam hadits pasti di dalamnya mengandung kebaikan bagi kita. Pun dengan adab makan dan minum yang dicontohkan oleh Rasulullah pasti ada kebaikan di balik larangan. Terbukti dengan penemuan-penemuan medis bahwa makan atau minum sambil berdiri tidak bagus bagi kesehatan. Di bawah ini ada salah satu penjelasan tentang rahasia medis jeleknya makan dan minum sambil berdiri bagi kesehatan.
Rahasia Medis
Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani mengatakan bahwa, “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang di minum atau di makan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus dan menabraknya dengan keras. Jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan. Begitu pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin.”
Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah, jika kita minum sambil berdiri maka air yang kita minum akan masuk ke kandung kemih tanpa disaring lagi sehingga terjadi pengendapan di saluran ureter. Di dalam ureter tersebut banyak ‘limbah-limbah’ yang tersisa, inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Susah kencing itu penyebabnya. Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, terkadang menyebabkan rasa sakit yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan maupun minum.

Oleh karena itu, mari kita kembali hidup sehat dan sopan dengan mengamalkan adab dan akhlak Islam, jauh dari sikap meniru-niru gaya orang lain yang tidak mendapat hidayah Islam. Wallahua’lam. (dari berbagai sumber)                     

1 komentar: