Bismillahirrahmaanirrahiim.
Makan dan minum, siapa yang tidak
pernah melakukan aktivitas ini? Semua manusia pasti menjadikan makan dan minum
sebagai rutinitas untuk memberi nutrisi bagi tubuh. Bisa dibayangkan jika ada
manusia yang bisa hidup tanpa makan dan minum. Tapi apakah kita sudah
mengetahui adab makan dan minum dalam Islam?
Banyak kita temukan dalam
kehidupan sehari-hari teman-teman atau bahkan diri kita sendiri makan dan minum
sambil berdiri. Ini sering dilakukan jika kita membeli minuman ketika waktu
istirahat sekolah, karena saking hausnya
kita langsung meminum minuman tersebut sambil berdiri bahkan mungkin lupa untuk
membaca bismillah terlebih dahulu. Padahal Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi
wasallam telah melarang kita tentang hal itu ‘jauh-jauh hari’.
Dari
Anas radhiallaahu ‘anhu, “Sesungguhnya Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi
wasallam melarang seseorang minum sambil berdiri.”
(HR. Muslim)
Nabi
shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jangan kalian minum sambil berdiri!
Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan!”
(HR. Muslim)
Nah, jika kita sudah tahu bahwa ada larangan minum (apalagi makan)
sambil berdiri, maka sudah sepatutnya kita mematuhi itu. Ketika sedang
benar-benar kehausan dan posisi kita sedang berjalan, lebih baik kita
menjongkokkan tubuh kita atau mencari temapt duduk yang nyaman terlebih dahulu.
“Tapi kan malu diliatin sama orang-orang,
nanti dikiranya lagi ‘ngapain’.” Justru dengan cara itu secara tidak
langsung kita memberi tahu orang lain, bahwa adab minum dan makan dalam Islam yaa seperti ‘itu’.
Setiap larangan, aturan, ataupun
perintah baik itu dari Allah yang tercantum dalam Al-Quran maupun dari
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang tercantum dalam hadits pasti di
dalamnya mengandung kebaikan bagi kita. Pun dengan adab makan dan minum yang
dicontohkan oleh Rasulullah pasti ada kebaikan di balik larangan. Terbukti
dengan penemuan-penemuan medis bahwa makan atau minum sambil berdiri tidak
bagus bagi kesehatan. Di bawah ini ada salah satu penjelasan tentang rahasia
medis jeleknya makan dan minum sambil berdiri bagi kesehatan.
Rahasia Medis
Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani mengatakan bahwa, “Minum
dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa
yang di minum atau di makan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus
dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan
menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus dan menabraknya dengan
keras. Jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan
melar dan jatuhnya usus yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan. Begitu
pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis
dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin.”
Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh
sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka
(sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan
disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah, jika kita minum sambil berdiri maka
air yang kita minum akan masuk ke kandung kemih tanpa disaring lagi sehingga terjadi
pengendapan di saluran ureter. Di dalam ureter tersebut banyak ‘limbah-limbah’
yang tersisa, inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Susah
kencing itu penyebabnya. Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri
disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke
usus secara mudah, terkadang menyebabkan rasa sakit yang mengganggu fungsi
pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan maupun minum.
Oleh karena
itu, mari kita kembali hidup sehat dan sopan dengan mengamalkan adab dan akhlak
Islam, jauh dari sikap meniru-niru gaya orang lain yang tidak mendapat hidayah
Islam. Wallahua’lam. (dari berbagai sumber)
.jpg)
ijin share
BalasHapus